Senin, 21 Juli 2014

Tampil Kasual dengan Batik Indonesia

batik indonesia
batik indonesia
Batik Indonesia - Berbusana batik kini tak harus ribet, banyak manik-manik, terkesan mewah dan mahal. Kalau sudah berbusana model itu, pasti diharuskan hadir pada acara-acara sakral, kenegaraan dan kegiatan resmi lainnya. Saat ini model batik memang semakin beragam. Bisa mewah maupun kasual. Ingin tampil kasual? Bukan berarti harus jatuh pada pilihan kemeja. Pilih saja suasana lain dengan batik berpadu celana jins.
Fashion show di Rumah Batik Danarhadi Jalan Gajahmada, belum lama ini kembali melahirkan karya-karya inovatif. Mengusung tema "Play it Cool", beberapa busana batik kasual untuk wanita dan pria dipamerkan. Pagelaran busana menghadirkan berbagai koleksi terbaru dari Batik Danar Hadi. Parade diawali dengan serangkaian koleksi sport yang menampilkan busana modern dengan motif candi. Terbuat dari bahan katun berkonsep kasual namun tetap cantik untuk pemakainya.
Parade busana yang dibawakan model dari Totok Shahak itu juga menampilkan busana batik gaya modern dari bahan katun bermotifkan kontemporer flower. Serta, tak ketinggalan koleksi busana cantik bermotif etro garis merah, perpaduan oriental dan jumput batik indonesia. Seluruh koleksi dihadirkan dalam beragam warna dengan materi sutra dan crepe melayang untuk kesan tetap mewah dan elegan.
"Batik bisa menjadi pilihan untuk tetap tampil santai, kasual namun tetap trendi. Dengan batik, sekaligus mempromosikan warisan budaya asal Indonesia," kata Managing Director PT Batik Danar Hadi, Diana Santosa.
Berdiri sejak 1967, Danar Hadi mengakar kuat pada seni tradisional yang diusungnya. Beragam motif baru rutin dipasarkan dan dipromosikan pasar lokal maupun mancanegara. Untuk mempromosikan batik, Danar Hadi rutin menggelar fashion show yang dihadiri pelanggan setianya. Ketatnya persaingan di industri batik indonesia mendorong perusahaan yang dipimpim H Santosa itu makin agresif memperkuat posisinya di pasar ritel batik dalam negeri. Yaitu dengan melakukan ekspansi di semua lini bisnis.
Sejumlah pengembangan bisnis sudah disiapkan mulai dari renovasi Rumah Batik Danar Hadi, kemudian mengombinasikan Rumah Batik dengan hotel yang dibangun sendiri oleh manajemen Danar Hadi hingga membuka toko di sejumlah mal. Seperti House of Danar Hadi, Ndalem Woeryoningratan serta restoran Soga di Solo.
Saat ini, beragam produk telah tersebar di 13 rumah Batik Danar Hadi di 10 kota Indonesia. Antara lain, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Medan, Surabaya, dan Bali. Bahkan sempat membuka sejumlah outlet di luar negeri, seperti di Singapura dan Jedah. Ekspor batik juga rutin dilakukan yaitu ke Amerika, Italia dan Jepang.
"Perkembangan lifestyle yang pesat, maka Danar Hadi mulai tahun ini giat melakukan perubahan dan pengembangan bisnis," terang Diana.

0 comments:

Posting Komentar