Minggu, 06 Juli 2014

Batik Trusmi - Perbedaan Batik Cina dan Batik Indonesia

Batik Trusmi - Dewasa ini makin banyak bermunculan batik yang berharga 15rb sampai dengan 20rb, yang di herankan yang di jual bukan batik untuk anak-anak melainkan batik untuk orang dewasa. Mungkin terdengar sedikit aneh dan mustahil. Kenapa batik tersebut bisa semurah itu ? Sedangkan kita tau bahwa proses pembuatan batik mulai dari pembuatan pola, pewarnaan sampai proses penjahitan memerlukan waktu berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan. Untuk batik cap pun tidak mungkin memiliki harga semurah itu, dari biaya bahan sampai pemotongan mungkin melebihi harga jual batik palsu. Jika anda melihat batik seharga tersebut maka anda perlu berhati-hati, mungkin anda boleh curiga bahwa batik tersebut adalah bukan batik dari Indonesia. Jika membeli batik cina dengan harga 15rb mungkin itu masih wajar, tapi bagaimana jika membeli batik cina seharga batik Indonesia. Lalu apa yang membedakan batik cina dengan batik Indonesia ?

Secara kasat mata mungkin batik cina dengan batik Indonesia sulit untuk di bedakan. Namun jika teliti sebenarnya mudah untuk membedakannya. Pertama kita bahas terlebih dahulu kenapa batik cina bisa begitu murah ? Batik lain hanya dengan modal besar dan alat printing yang canggih mereka bisa memproduksi sekaligus jutaan unit untuk di pasarkan ke berbagai negara. Dengan alat seperti itu mana mungkin bisa mendapatkan batik dengan kualitas yang bagus. Sudah sepantasnya kita bangga dengan batik tulis buatan Indonesia yang mempunyai kualitas tinggi dan cita rasa seni yang sulit di samakan oleh negara lain.

Batik Indonesia yang asli bukan di buat dengan alat pabrikan, melainkan batik tulis. Meski sebenarnya ada juga batik cap buatan khas Indonesia. Selain itu sebenarnya batik Indonesia sudah di kenal oleh bangsa lain sejak zaman kerajaan maja pahit. Tetapi bahan utama untuk pembuatan batik di datangkan dari cina, karena saat itu bahan untuk pembuatan batik sulit di dapat di Indonesia.

Nah ini dia ciri batik palsu buatan cina.

Biasanya model hampir mirip dengan batik Indonesia pada umumnya, tetapi biasanya terlihat lebih kusam.
Batik cenderung menggunakan lebih banyak warna.
Motif batik yang banyak dijual di pasar cenderung kontemporer (tidak jelas bentuknya) dengan pola dasar kotak-kotak atau seperti paduan kotak-kotak kain perca ukuran besar
Perpaduan warnanya cenderung kurang harmonis.
Yang terpenting harga cenderung sangat murah di banding batik asli dari Indonesia.
Namun pengetahuan yang wajib di ketahui sebagai anak bangsa pewaris budaya Batik Indonesia seperti di kutip dari kata-kata Edward Hutabarat "hanya pengetahuan akan kekayaan budaya negeri sendirilah yang dapat memastikan dan membantu kita untuk membedakan antara batik asli Indonesia dengan batik palsu buatan Cina".

0 comments:

Posting Komentar