Rabu, 27 Agustus 2014

Batik Trusmi – Omzet Batik Nusantara Rp. 10 Trilliun

Batik Trusmi – Setelah sekian tahun, batik telah berevolusi menjadi busana yang di kenakan berbagai kalangan.Batik bukan hanya di kenakanoleh orang tua. Sekarang batik dapat dikenakan diberbagai suasana. Bahkan batik tidak hanya berbentuk baju namun juga dapat disulap menjadi syal, tas cantik, dompet bahkan sepatu. Bahkan di tahun 2014 ini, omzet batik di seluruh Indonesia mencapai Rp. 10 Trilliun, angka yang sangat besar. Industri kreatif tersebut di harapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.
Batik Trusmi - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan industri kreatif  batik dapat menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan. Sentra batik di sejumlah wilayah di Tanah Air, batik menjadi sumber mata pencaharian warga.
“Dari penelitian yang dilakukan, omzet batik mencapai Rp10 triliun dari seluruh nusantara. Beberapa wilayah menjadi sumber mata pencaharian dan pendapatan dari komunitas batik di pedesaan. Khususnya yang dipelopori wanita. Ini tepat untuk mengentaskan kemiskinan,” kata Wiendu Nuryanti, dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia.
Batik Trusmi - Pemerintah pun terus memperluas pengembangan sentra industri kreatif batik tidak hanya berfokus di Jawa, Bali dan Sumatera namun juga ke Indonesia Timur seperti Papua dan Papua Barat. Dalam rangka menyambut pelaksanaan Sail Raja Ampat di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Kota Waisai, Raja Ampat Papua Barat, yang dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Agustus 2014 yang lalu, pemerintah menggelar lomba desain batik Raja Ampat dan ia di tunjuk sebagai ketua dewan juri.
Menarik memang jika berbicara batik di tanah Papua. Batik yang awalnya hanya berkembang di pulau Jawa, Bali dan Sumatera namun kini pemerintah tengah mengupayakan agar batik Papua lebih di kenal masyarakat. Batik papua pun tidak boleh di pandang sebelah mata, dari 600 peserta di lomba tersebut, 17 peserta di tetapkan sebagai pemenangnya. Menariknya 6 pemenang dari 17 peserta tersebut adalah berasal dari papua.
Dengan di dorongnya pemuda-pemudi papua untuk membatik diharapkan, dapat meningkatkan inspirasi provinsi paling timur Indonesia untuk terus berkreasi mengembangkan kebudayaan, dan dapat bermanfaat sebagai penggerak ekonomi di daerah yang dianggap tertinggal di Indonesia. (batik trusmi)

0 comments:

Posting Komentar