Selasa, 07 Oktober 2014

Batik Cirebon - Batik Trusmi Harus Lebih Ekslusif

ebatik HEM Batik Cirebon KL 110
ebatik HEM Batik Cirebon KL 110
Batik Cirebon – Batik produksi Indonesia, khususnya batik trusmi harus lebih menyajikan ciri khas eksklusif, sehingga negara lain sulit untuk menirunya. Ke ekslusifan batik sangat penting, mengingat batik bukan hanya di produksi di Indonesia saja, melainkan beberapa negara lain juga turut memproduksi batik.
Batik trusmi adalah karya salah satu daerah di negara Indonesia, namun batik juga ada di Amerika, Jepang, China dan bahkan mungkin di belahan dunia lainnya. Selain itu di tahun depan (2015) pasar bebas MEA akan segera di berlakukan, persaingan akan semakin sengit maka nilai jual batik atau brand value harus lebih di tingkatkan, agar brand produk bisa di lihat eksklusif oleh konsumen.
Indonesia sebagai pencipta batik di harapkan mampu menghasilkan model dan motif baru sehingga akan sulit ditiru. Indonesia memang memiliki banyak model batik daerah, batik Cirebon dengan mega mendungnya sudah begitu terkenal, bahkan sampai ke manca negara. Tinggal, bagaimana saja agar menghilangkan kesan batik sebagai baju tradisional agar terlihat lebih modern.
Kelompok-kelompok pencipta model dan motif batik harus dilindungi pemerintah karena mereka yang mampu melahirkan model-model batik eksklusif yang menjadi ciri khas Indonesia di mata internasional.
Jika batik Indonesia memiliki model dan motif yang eksklusif maka masyarakat dunia yang akan menilai dari negara mana batik berasal.
Batik Cirebon - Batik Indonesia harus dicatatkan dalam hak cipta karena itu merupakan kekayaan intelektual yang bersifat ekonomis dan saat ini menjadi komoditas di pasar global.
Pemerintah Indonesia sendiri yang bisa memberikan perlindungan hukum terhadap produk-produk hasil kekayaan intelektual asli Indonesia seperti batik. Dan saat ini sudah di terapkan batik mark.
Pemerintah Indonesia harus melindungi batik sebagai produk khasnya sehingga sengketa-sengketa yang ditimbulkan karena faktor ekonomis produk tidak akan terjadi di masa mendatang. Seperti yang kita tahu, dulu Indonesia pernah terlibat sengketa dengan Malaysia terkait dengan hak milik batik. Namun pada saat itu, Indonesia berhasil memenangkan sengketa dan batik resmi di miliki oleh bangsa Indonesia seutuhnya.

Senin, 06 Oktober 2014

Batik Cirebon - Centilnya Motif Batik Jawa Barat

batik cirebon
batik cirebon
Batik Cirebon - Batik tak ubahnya kertas bagi kata-kata. Ia adalah media untuk menuangkan gagasan, juga untuk menyampaikan cerita. Maka, setiap batik membawa ciri khasnya masing-masing, sesuai daerah asalnya. Misalnya batik khas Jawa Tengah dengan warna yang dominan cokelat dan cenderung lebih kalem dalam permainan warna. Konon, penduduk Jawa Tengah pun juga memiliki watak seperti itu.
Lain lagi halnya dengan batik khas Jawa Barat. Watak ekspresif dan riang khas suku Sunda diimplementasikan oleh warna-warni yang cerah dan corak yang spontan. Seperti yang dikatakan Sendy Yusuf, Ketua Yayasan Batik Jawa Barat [YKJB], dalam acara peluncuran buku Batik Pesisir Selatan Jawa Barat di Galleries Lafayette pada 1 Oktober 2014. “Pembatik Jawa Barat itu spontan. Mereka membuat motif sesuai dengan apa yang sedang mereka pikirkan, atau yang sedang mereka lihat saat itu juga,” ujarnya.
Batik Cirebon - “Makanya, tak heran kalau kita menemui motif-motif seperti motif kangkung, motif ayam… Karena saat membatik, mereka mungkin juga sedang melihat ayam, atau kangkung…”, sambungnya diiringi derai tawa.
Istri Dede Yusuf ini juga menambahkan bahwa warna-warna batik Jawa Barat cenderung terang, “Seperti layaknya perempuan Jawa Barat yang riang, dan suka berdandan.”
Batik pesisir memiliki ciri khas yang berbeda dengan batik keraton. Bila batik keraton memiliki simbol-simbol khusus dalam coraknya, serta lebih kaku dengan motif yang cenderung geometris. Lain halnya dengan batik pesisir [Cirebon, Indramayu, Garut, Pangandaran, Sukabumi, dll]. Batik pesisir, yang dibuat untuk diperdagangkan, warnanya jauh lebih ekspresif, dan coraknya lebih luwes.
Namun, bukan berarti batik pesisir pasaran, lho! Batik-batik pesisir yang dibuat dengan tangan, harganya tentu sangat mahal. Menurut Komar Kudiya dari Yayasan Batik Jawa Barat, hal ini disebabkan karena proses pembuatannya yang lebih rumit dan memakan waktu lama, serta tenaga manusia secara utuh.
Sendy pun menambahkan betapa rumitnya pembuatan batik tulis, karena para pembatik musti berkonsentrasi penuh dalam pembuatan batik jenis ini. Belum lagi ditambah dengan biaya produksi, distribusi, dan lain sebagainya, “Makanya ibu-ibu, jangan sadis kalau menawar batik, ya. Karena kasihan para pembatik dan orang-orang yang terlibat dalam distribusi batik ini. Laba mereka tak seberapa…” ujarnya berpesan.
Melalui peluncuran buku ini, Sendy dan Komar berharap bahwa orang Indonesia akan lebih mengenal jenis-jenis batik, mencintai batik, dan terus mendorong pesatnya perkembangan batik Nusantara, “Kami juga ingin memotivasi para pembatik untuk tak lelah berkreasi. Karena, kreativitas dan kejelian dalam melihat keinginan pasar sangat berpengaruh lho, dalam pembuatan batik… Karena saat ini, batik tak sekadar perihal budaya saja, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan UKM…”, ujar Sendy, yang masih senantiasa cantik meski usianya tak muda lagi. (batik cirebon)

Jumat, 03 Oktober 2014

Batik Cirebon - Batik Trusmi Premium Modern

Batik CirebonIstilah batik premium bagi masyarakat biasanya di kenal sebagai batik yang telah berusia ratusan tahun. Padahal, seiring perkembangan batik, batik modern pun bisa tergolong batik premium.
Selama teknik pembuatan, desain dan pewarnaan, batik modern di buat dengan sangat rapih dan apik oleh sang pengrajin, batik modern juga bisa masuk kategori batik premium dengan harga puluhan juta rupiah.
Batik Cirebon - Sebenarnya batik klasik dan batik modern bisa di bilang sebagai batik premium. Karena ada sedikit perbedaan pada keduanya. Batik klasik biasanya menjadi barang yang sangat berharga karena memiliki unsur filosofis dan sejarahnya yang begitu kental. Batik modern menjadi premium di lihat karena kedetailan desainnya, di samping teknik pembuatan dan pewarnaannya tentu saja.
Agar bisa mendapat predikat batik premium, batik modern harus mengubah motif-motif klasik yang ada. Caranya dengan menggabungkan beberapa motif atau membuat tematik.
Kendati demikian, batik premium modern hanya cenderung menampilkan estetika serta kerumitan teknik mencanting dan pewarnaannya saja.
Sementara batik premium klasik, memiliki kekuatan pada nilai filosofis pada tiap torehanannya.
Batik klasik premium memang memiliki nilai filosofis tertentu. Ini yang menjadikan batik klasik premium memiliki nilai hingga ratusan juta.
Batik tak harus kebaya. Batik harus sudah teraplikasi di segala jenis model pakaian agar semakin lekat dengan masyarakat.
Pernyataan kalimat di atas memang benar adanya. Jika bentuk batik hanya di aplikasikan ke dalam pakaian tradisional, misal kebaya. Maka bukan tidak mungkin, semakin lama minat konsumen terhadap batik akan terus menurun. Batik perlu terus di aplikasikan ke dalam segala bentuk, bisa tas misalnya atau jenis pakaian-pakaian modern lainnya.
Di sentra pengrajin batik Cirebon, batik di aplikasikan ke dalam berbagai bentuk. Ini menarik sekali, dengan begitu minat konsumen terhadap batik selalu meningkat tajam setiap tahunnya. Pengaplikasian seperti itu terhadap batik memang sangat penting, dalam rangka menjaga warisan budaya UNESCO agar tetap lestari dan tidak di tinggalkan oleh generasi yang akan datang nantinya.

Batik Cirebon - Variatif Batik Trusmi Menghilangkan Kesan Kuno

Batik Cirebon - Batik tidak lagi identik dengan orang-orang tua, apalagi dengan kesan di monopoli orang tua. Batik Trusmi salah satunya untuk sekarang baik sudah jauh dari kesan kuno. Makin variatifnya, model dan motif batik membuat anak muda Indonesia tidak perlu lagi berpikir untuk mengenakannya. Batik sudah sangat berkembang, sehingga untuk sekarang ini batik mempunyai banyak pilihan.
Batik bisa di sesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, banyak mahasiswa yang mengenakan batik saat kuliah.
Kesan batik untuk di gunakan pada acara formal saja pun kini telah menghilang. Penggunaan batik kini lebih masif dan bisa di gunakan di berbagai acara.
Kecenderungan trend batik di berbagai kota di Indonesia sangat berbeda-beda. Hal ini memang di karenakan kota-kota di Indonesia memiliki motif batik sendiri.
Batik di zaman modern ini lebih mudah untuk di pilih. Kesan formal pada yang sudah lama melekat sudah lenyap seiring dengan variatifnya busana khas Indonesia ini. Anak muda terutama, bisa bebas memilih batik mulai dari kemeja, g`aun, rok, tunik hingga jilbab dan aksesoris.
Seperti yang telah di lakukan beberapa bulan lalu, berbagai inovasi yang dibuat anak muda terus berkembang. Seperti yang di lakukan mahasiswa UNY misalkan, menciptakan batik dengan motif kartun atau rumus kimia. Motif batik modern bisa lebih lengkap di lihat pada karnaval batik trusmi. 100 model mengenakan batik dengan sentuhan modern dan jauh dari kesan kuno.
Motif batik mega mendung di kenakan oleh 100 model yang mengikuti karnaval. Karena memang, mega mendung adalah icon kota Cirebon. Baju batik yang di kenakan para peserta karnaval batik Cirebon adalah sentuhan dari para desainer kreatif dan penuh inovasi dari kota Cirebon. Seperti yang kita ketahui, 2 Oktober adalah hari batik nasional. Sangat penting sekali untuk membuat acara seperti itu di daerah yang terkenal akan batiknya. Tujuan utamanya tentu saja agar regenerasi batik mampu terus berlanjut. Dan yang terpenting menghapus pandangan anak muda sekarang bahwa membatik adalah profesi orang rendahan.

Kamis, 02 Oktober 2014

Batik Cirebon – Cap Batik Terbesar di Cirebon Raih MURI

batik cirebon
Batik Cirebon - Cap batik terbesar di Cirebon mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Cap batik itu dibuat pengusaha muda batik asal Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Ibnu Riyanto.
Cap Batik yang dibuat Ibnu, Owner Pusat Grosir Batik Trusmi, berukuran 3x2 meter seberat sekitar 200 kilogram. Motif batik pada cap terbesar tersebut berupa mega mendung.
Anugerah rekor diberikan langsung Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, saat puncak Karnaval Batik Trusmi yang digelar Ibnu, Rabu 1 Oktober 2014 malam, di Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Balai Kota Cirebon.
Penganugerahan dihadiri Senior Manager MURI Paulus Pangka. Disaksikan Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno, maupun Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, serta muspida Kota Cirebon. Gelaran itu untuk mempringati Hari Batik Nasional dan HUT Ke-645 Kota Cirebon.
“Kami sengaja memilih mega mendung sebagai motif pada stempelnya, karena lebih familiar dibanding motif lain. Secara nasional, mega mendung lebih dikenal sebagai ikon batik Trusmi Cirebon,” jelas Ibnu, kepada wartawan, Kamis (2/10/2014).
Ibnu sendiri pernah dianugerahi MURI sebagai pemegang rekor Pemilik Toko Batik Terluas 4.840 m2 pada Usia Termuda 22 tahun, 4 bulan, 11 hari, pada Maret 2013.
Menurut Wagub, penghargaan itu telah mengangkat Batik Cirebon, khususnya Trusmi ketingkatan yang lebih tinggi. Dia menyebutkan, secara umum Jabar memiliki ragam batik dengan keunikan masing-masing.
“Saya mengajak masyarakat Jabar ‘setia’ menggunakan produk kerajinan Jabar. Begitu pun perajin Jabar, jangan berhenti berinovasi dan meningkatkan kreativitasnya untuk menghasilkan karya,” tutur dia. (batik cirebon)

Rabu, 01 Oktober 2014

Batik Cirebon - Sambut Hari Batik Nasional, Cirebon Gelar Karnaval Keren

Sambut Hari Batik Nasional, Cirebon Gelar Karnaval Keren
Batik Cirebon - Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Untuk menyambutnya, Kota Cirebon menggebrak dengan pagelaran Karnaval Batik Nusantara ala Jember Carnival yang bisa dinikmati warga dan wisatawan.
Sedikitnya 200 model pakaian batik menggebrak Cirebon Jawa Barat, dalam acara 'Karnaval Batik Nusantara, Sejuta Pesona Indonesia'. 200 model ini ambil bagian dalam konvoi arak-arakan parade model batik Trusmi, yang digelar Rabu (1/10) kemarin, di sepanjang Jalan Kartini hingga Jalan Siliwangi, tepat di depan balaikota Cirebon.
200 Model cantik tersebut menggunakan kain batik dengan bermacam desain dan corak, yang ditonton warga di sepanjang arak-arakan. Mereka berdiri di atas stage kendaraan trailer, konvoi berkeliling mulai dari halaman parkir Grage Mall Jalan Tentara Pelajar, putar balik ke arah Jalan Cipto Mangunkusumo, Gunung Sari, Jalan Kartini dan finish di Balaikota Jalan Siliwangi Kota Cirebon.
Ketua Panitia Karnaval Batik Nusantara, Ibnu Riyanto mengatakan inilah wujud kemeriahan Hari Batik Nasional, sekaligus mengawali rangkaian menyambut Hari Jadi Kota Cirebon yang ke-645. Pembukaan karnaval juga diisi dengan pelepasan balon secara serentak oleh peserta konvoi, sekaligus momen pembukaan lomba fotografi batik nusantara.
Selain mempertontonkan 200 model kain batik nusantara, karnaval juga menampilkan cap batik raksasa, berukuran 300 kali lipat dari ukuran cap batik yang biasa digunakan pengrajin batik di daerah Trusmi. Cap batik raksasa ini akan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai cab batik terbesar.
"Cap batik raksasa ini akan masuk dalam catatan MURI sebagai cab batik terbesar, sekaligus mengkampanyekan ikon desain cap batik Trusmi," ujar Ibnu.
Walikota Cirebon Ano Sutrisno menyabut gembira acara Karnaval Batik Nusantara ini, karena bisa mengangkat identitas batik Cirebonan. Salah satu corak batik khas Cirebon yang menjadi kebanggaan adalah batik mega mendung.
"Kita harus bangga dengan batik Trusmi khas Cirebon, acara ini sekaligus menyambut hari batik nasional yang jatuh hari Kamis (2/10/2014)," ujar Ano.
Acara karnaval dimerahkan dengan penampilan beragam kesenaian seperti barongsai dan tetabuhan, kesenian angklung, kuda lumping, marching band. Karnaval diikuti oleh 200 orang pesepeda dari komunitas Onthel Cirebon, komunitas mobil VW, serta komunitas CB dan vespa. (Batik Cirebon)

Sabtu, 27 September 2014

Batik Cirebon - Kisah Klasik di Balik Pemisahan Dua Jenis Batik

Batik Cirebon - Salah satu harta warisan tanah air yang terus naik daun dan mengalami kejayaan adalah kain batik. Ya, kain batik tumbuh dan berkembang pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga termasuk orang yang gemar untuk menggunakan kain batik sebagai bahan busana favorit?
Berbicara tentang kain batik, kita akan kembali mengenang kisah klasik zaman-zaman kerajaan yang kala itu begitu hebat dalam memerintah wilayahnya. Kain batik memang sangat akrab dalam lingkungan kerajaan karena benda inilah yang menjadi ciri khas kebangsawanan para raja dan anggota kerajaan. Jadi, memang tidak sembarang orang bisa mengenakan kain batik dengan leluasa, sangat berbeda dengan zaman sekarang.
Batik Cirebon - Tahukah Anda media apa yang digunakan untuk membatik? Sekitar Abad ke 17, para pengrajin batik memanfaatkan daun lontar sebagai media tulis dan lukisnya. Saat itu, motif kain batik tradisional masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman saja. Kemudian, warisan budaya ini tumbuh berkembang dengan melahirkan corak baru yang unik seperti motif awan, relief candi, wayang beber, dan masih banyak motif menarik kain batik lainnya.
Lalu bagaimana kisah kain batik tradisional bisa menjelma seperti kain yang sekarang? Penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaianlah yang kemudian melahirkan seni batik tulis seperti yang kita kenal di zaman sekarang. Nah, bagaimana dengan gaya batik? Bagi Anda yang pernah berjalan-jalan ke pasar batik, mungkin akan sedikit kebingungan ketika ditanya cari batik Solo dan Yogya atau cari batik Pekalongan?
Batik Cirebon - Mengapa warisan budaya ini dibagi menjadi dua ya? Ternyata pertanyaan ini akan membawa kita pada sebuah sejarah klasik yang mana saat itu sedang terjadi perang besar di kerajaan Mataram, tepatnya pada tahun 1825 hingga 1830. Perang besar ini juga dikenal dengan sebutan perang Diponegoro.
Terjadinya peperangan besar ini kemudian mendesak keluarga keraton dan para pengikutnya yang sebelumnya terbiasa membuat batik kerajaan untuk meninggalkan daerah peperangan kerajaan. Mereka kemudian tersebar dalam wilayah Timur dan Barat. Meski tak lagi berada dalam kawasan kerajaan, pengrajin kain batik kerajaan ini tetap melakukan aktivitas membatik yang kemudian diikuti oleh rakyat lainnya.
Tak heran jika kemudian kain batik Yogya, Solo, Gresik, Surabaya, dan Madura yang tergabung dalam wilayah timur ini memiliki motif dan tampilan berbeda dengan batik yang ada di wilayah barat seperti banyumas, Kebumen, Tegal, Batik Cirebon, dan Pekalongan. Umumnya, kain batik yang ada di Pekalongan memiliki motif yang lebih bervariasi karena warga banyak terilhami dari motif pakaian negeri India, Arab, serta Jepang.

Kamis, 25 September 2014

Batik Cirebon - Cara Menyimpan Kain Batik Trusmi Agar Warna Tak Pudar

Batik Cirebon – Kain batik tulis buatan seniman kain batik trusmi, sebelum abad ke 20 kebanyakan lebih memilik menggunakan pewarna alami dari serat tumbuh-tumbuhan. Namun, peningkatan permintaan dari konsumen dan kemajuan teknologi para pelaku industri kain batik kini mulai memilih menggunakan pewarna sintetis.
Batik Cirebon - Meskipun pada dasarnya warnanya lebih cepat pudar bila dibandingkan dengan pewarna sintetis, tetapi sebenarnya kain batik tulis dengan pewarna alami memiliki keunikan yang jika di bandingkan dengan pewarna sintertis, dan tentu saja kelas eksklusifitas yang tinggi. Bukan hal yang aneh, jika jenis kain batik ini memiliki harga jual yang sangat tinggi dibandingkan dengan kain batik dengan pewarna sintetis. Layaknya batik trusmi, batik trusmi selalu memiliki motif yang eksklusif.
Jika sudah begitu, konsumen yang sudah memiliki kain batik dengan pewarna alami pasti khawatir jika warna alaminya pudar. Namun ada sedikit tips agar warna kain batik tetap terlihat alami. Di sarankan, sebaiknya kain batik di simpan bersamaan dengan kapir barus. Sebab, kandungan kapur barus bisa mempengaruhi warna dan juga keawetan serat kain.
Kapur barus memang bisa membuat warna alami pada kain kain batik tergerus. Serat kain kain batik juga bisa menjadi rapuh sehingga mudah sobek.
Ada cara lain untuk menjaga keawetan kain batik, dan tentu saja kain batik tetap wangi di lemari. Sebagai pengganti kapur barus, bisa menggunakan rempah-rempah. Contohnya merica putih, akar wangi daun kecubung yang di keringkan. Caranya, dengan membungkus rempah-rempah tersebut menggunakan tisu, kemudian diletakan di dalam lemari tempat menyimpan kain batik.
Saat proses pencucian, tambah dia, penggunaan mesin cuci juga tidak dianjurkan. Sebaiknya gunakan sikat dengan tekstur yang halus dan digosok secara perlahan. (batik cirebon)
 

Batik Cirebon - Gali Eksistensi Batik Trusmi di Eropa

ebatiktrusmi
Batik Cirebon – Beberapa orang bijak berkata bahwa bangsa yang besar yaitu bangsa yang dapat menyukai serta melindungi kebudayaan bangsanya sendiri. Banyak type budaya yang dipunyai negara terkasih ini, budaya yang berbentuk abstrak hingga kongkret sampai hingga budaya itu mejadi ciri khas atau jati diri bangsa ini lantaran budaya itu sudah mendarah daging serta telah jadi rutinitas dalam kehidupan bermasyarakat keseharian. Orang-orang yang menyukai negaranya umumnya dapat membawa eksistensi budaya negaranya sampai ke mancanegara, serta sudah pasti pasarkan budaya juga sebagai maksud wisata internasional yang membuahkan devisa tinggi. Waktu itu juga eksistensi batik di eropa dapat di tingkatkan.
Menggali Eksistensi Batik di Eropa Seperti contoh budaya batik sebagai simbol atau lambang orang pribumi yang masih tetap berbau kraton, misalnya beberapa orang dilingkungan kraton surakarta, Jogjakarta atau batik cirebon bikin serta menggunakan batik sehari-hari atau tiap-tiap ada acara di kraton, itu adalah satu budaya yang sudah jadi satu kebiasaan rutinitas yang mencermikan kepribadian diri manusia itu.
Keindahan motif serta corak batik bukanlah saja bikin orang Indonesia terpukau, demikian dengan juga reaksi warga asing, mereka spontan luluh dengan pesona batik yang rupawan. Inilah kebanggaan yang diketemukan oleh beberapa Putra-Putri Batik Nusantara. Batik satu diantara warisan budaya Indonesia yang eksistensinya diakui industri mode internasional. Beragam selebriti dunia misalnya Jessica Alba mengenakannya serta desainer Amerika, Diane von Furstenberg juga menerapkannya ke koleksinya.
Kenyataan di mana diversifikasi batik belum terlampau kuat. Dalam soal ini kita mesti tahu seperti apa pasar yang di gemari di eropa. Negara seperti eropa atau amerika pasti mempunyai selera yang tidak sama. Tak dapat disamakan dengan apa yang laris dijual di Indonesia lalu dipasarkan ke luar.
Industri mode internasional yang sekarang ini tengah dihantam krisis ekonomi pastinya juga menyesuaikan dengan garis rancangan yang sederhana serta siap gunakan. Product yang semula ditangani dengan cara detil sangat terpaksa alami penyederhanaan untuk menghimpit biaya produksi. Hal inipun mesti jadi pertimbangan waktu membawa batik ke pasar internasional. Saat pasar internasional pesan batik catat dalam jumlah beberapa ribu telah pasti susah untuk melindungi ketekunan warna. Dalam soal ini batik printing bakal lebih unggul, namun yang di kuatirkan makin lama batik catat bakal makin di tinggalkan.
Hal semacam ini terkait dengan taste yang dipunyai setiap orang. Ini dapat mengingatkan kita bakal style Eropa yang didominasi Paris serta Milan untuk masalah mode. Milan yang style desainnya sangatlah kental nuansa dekoratif, kebiasaan serta glamor sangatlah bertolak belakang dengan Paris yang siluetnya bersih, struktural serta memprioritaskan pakem timeless. (batik cirebon)

Selasa, 23 September 2014

Batik Cirebon Identitas Utama Indonesia Agar Tidak dilibas MEA

Batik Cirebon – Hanya dalam tinggal hitungan bulan, MEA akan segera di persiapkan di negara ASEAN. Beberapa negara asean tengah bersiap menghadapi pasar bebas asia tenggara. Indonesia termasuk dalam salah satunya.
Indonesia harus mempunya statrategi khusus pada MEA mendatang. Salah satu caranya, yaitu dengan menjual dan menunjukkan identitas asli Indonesia di pasar asia tenggara. Indonesia sebagai negara maritim yang luas tentu mempunya ciri khas yang tidak bisa di samai dengan negara lain. Intinya Indonesia harus membangun strategi di ferensiasi. Hal itu sangat mungkin, mengingat Indonesia mempunya produk yang sudah mendapatkan pengakuan di dunia.
Diferensiasi harus di terapkan pada berbagai macam produk dalam negeri, sehingga gesekan persaingan akan semakin kecil. Otomatis negara lain tidak dapat menyaingi. Salah satu produk unggulan Indonesia adalah batik. Batik yang asli punya Indonesia, dunia pun telah mengakuinya. Batik Cirebon atau yang terkenalnya batik trusmi adalah salah satu unggulan batik Indonesia yang bisa membuat diferensiasi.
Diferensiasi memang di nilai sangat penting untuk mengurangi persaingan di MEA. Salah satu contohnya misalkan, negara lain memproduksi sepatu lari, maka Indonesia memproduksi sepatu bola. Maka, keunikan motif batik Cirebon harus di tingkatkan.
Indonesia dengan China pernah membuat perjanjian dagang, maka dengan itu persaingan produk dalam negeri akan semakin berat. Tetapi, itu bisa di minimalisir dengan di lemparnya produk Indonesia yang beda dari yang lain. Kreatifitas dalam negeri di tuntut untuk semakin berkembang untuk membuat diferensiasi.
Indonesia memiliki banyak produk unggulan batik, di banyak daerah Indonesia merupakan sentra pengrajin turun temurun. Di batik cirebon misalkan, di Cirebon terkenal dengan batik trusmi. Itu yang sebenarnya bisa membuat diferensiasi dengan negara lain. Yang tidak kalah penting lagi, Indonesia harus yakin dengan produk buatannya sendiri. Cinta produk dalam negeri pun sangat penting untuk mengarungi pasar bebas atau di sebut MEA. Karena beberapa orang masih menganggap, produk luar negeri lebih berkualitas, padahal tidak demikian. Maka dari itu, dimulai dari mencintai produk dalam negeri sendiri maka kita membantu perekonomian Indonesia dan membantu produk-produk dalam negeri untuk mampu bersaing di pasar bebas MEA.