Rabu, 25 Februari 2015

Batik Cirebon – Raih Untung di Pusat Batik Nusantara

 Batik Cirebon - Hadirnya beberapa pengrajin batik di Jakarta juga sebagai pusat usaha serta perdagangan sudah pasti memudahkan serta mendekatkan hubungan pengrajin serta customer batik di ibukota.
Pusat Batik Nusantara (PBN) selalu berkembang, masuk umur lima th. kemunculannya di pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta.
Juga sebagai pusat batik terlengkap, PBN sediakan beragam jenis baju batik, kain batik serta beberapa barang bermotif batik dari beragam daerah di Nusantara.
Kesibukan perdagangan juga telah mengajak 950 pengrajin atau pedagang batik yang sampai kini kesusahan akses pasar.
Batik Cirebon - Public Relation and Promotion Manager Thamrin City, Lucy Ratna menyampaikan, momentum lagi th. ke lima di bln. Februari 2015 untuk penguatan serta penambahan PBN juga sebagai pusat perdagangan batik paling besar serta terlengkap.
Menurut Lucy, mulai sejak awal kepedulian Thamrin City pada UKM serta usaha pelestarian batik juga sebagai warisan budaya bangsa diwujudkan lewat PBN dengan merangkul pengrajin serta entrepreneur kecil yang tempati tempat di lantai basic 1, lantai basic serta lantai 1 Thamrin City, Jakarta.
Sampai masuk lima th. ini, kata Lucy, PBN telah mendatangkan beragam pengrajin batik yang datang dari Pekalongan, Yogyakarta, Bantul, Lasem, Solo Raya, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Purbalinggga, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sumenep, serta Jepara. Demikian pula dari Papua, Kalimantan Selatan serta Padang.
Batik Cirebon - Hadirnya PBN, lanjut Lucy, terkecuali menjembatani kebutuhan pengrajin serta pedagang dengan orang-orang pemakai batik, Thamrin City juga lakukan edukasi pada generasi muda Indonesia agar lebih menanamkan kecintaan pada batik.
Batik Cirebon - Berkembangnya usaha serta keuntungan berdagang di PBN disadari Hetty Dwi Hendrarti, yang memiliki toko batik Rizkya Batik Solo di lantai basic Thamrin City.
Diakuinya, usaha dagang batik Solo yang dijalakannya mulai sejak th. 2009 selalu berkembang di PBN. Saat ini, Hetty telah mempunyai lima gerai atau toko batik di Thamrin City.
“Mulainya hanya mempunyai satu lapak saja, saat ini telah mempunyai lima toko di sini, ” katanya.
Disebutkan Hetty, bermacam batik Solo di jual dengan harga beragam, dari mulai Rp 100. 000 sampai Rp 1, 5 juta per piece. Sampai sekarang ini, penjualan batik condong semakin ramai, termasuk juga masuk th. 2015 ini.
“Hingga th. 2015 ini penjualan batik makin ramai di kunjungi konsumen, terlebih ditopang oleh keringanan akses ke tempat Thamrin City yang strategis di pusat kota Jakarta” ucap Hetty. Disadari Hetty dari penjualan batik per bln. dianya dapat mencapai omset penjualan sampai sebesar Rp 500 juta.
Keuntungan berupaya dagang batik di Thamrin City juga disadari Rudi Alfayed, yang memiliki toko batik Ekspose di lantai basic 1 Thamrin City yang jual bermacam type batik Jawa Barat.
“Kita jual bermacam batik Jawa Barat dari harga Rp 60. 000 sampai Rp 1, 5 juta, ” tutur Rudi.
Rudi mengaku, masuk th. 2015 ini, penjualan bermacam batik Jawa Barat dari beberapa toko kepunyaannya di Thamrin City mulai ramai dengan omset rata-rata meraih Rp 450 juta sampai Rp 500 juta satu bulan. “Lokasi Thamrin City yang strategis di pusat kota Jakarta serta harga batik yg tidak terlalu mahal bikin orang pilih berbelanja di sini, ” kata Rudi. ( Batik Cirebon )

Minggu, 22 Februari 2015

Batik Cirebon - Batik Bangkalan Tidak Diimbangi Pabrik Tekstil


Batik Cirebon - Product batik Madura khas Bangkalan, Jawa Timur, masih tetap jadi komoditas unggulan daerah itu. Sayangnya perkembangan industri batik Bangkalan tidak diimbangi dengan kehadiran pabrik tekstil. Sampai pada akhirnya, harga batik Bangkalan terbilang mahal. Product
Nama batik madura khas Bangkalan tidak cuma bergema di pasar domestik. Namanya juga mulai di kenal di pasar internasional. Pemerintah kabupaten juga mulai memperhatikan industrinya.
Tetapi harga jualnya kalah berkompetisi dengan batik dari lokasi lain di Indonesia. Harga paling murahnya Rp60 ribu selembar. Sesaat harga paling mahal dapat meraih Rp25 juta per helai, untuk type batik Gentongan.
Batik Cirebon - Pengrajin batik mengakui biaya produksi mahal. Argumennya, mereka menghadirkan kain dari luar lokasi Bangkalan.
"Kami untuk kain sampai kini menghadirkan dari beragam lokasi mas, umumnya sih dari Surabaya atau terkadang dari Pekalongan. Jadi harga kain jadi lebih mahal demikian dengan juga harga batiknya, " tutur Rofiah, seseorang pengrajin batik asal Desa Telaga Biru, Tanjung Bumi, Bangkalan, Minggu (22/2/2015) siang.
Beberapa pengrajin, kata Rofiah, memerlukan pabrik tekstil di daerah Bangkalan. Hingga cost produksi bisa ditekan serta harga jual kain batik juga lebih terjangkau
"Kita kan masih tetap mesti menghadirkan dari lokasi luar, hingga harga kain jadi sangatlah mahal. Lain seperti solo serta pekalongan yang mempunyai pabrik kain sendiri hingga harga batik mereka tambah lebih murah, " terangnya.
Batik Cirebon - Kepala Bagian Fasilitas serta Produksi Industri Dinas Perindustrian serta Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Iskandar Ahadiyat, juga mengerti permasalahan itu. Ia mengaku industri tekstil terkendala dengan tak ada pabrik kain di kabupaten itu.
Karena itu, Iskandar mengimbau pengrajin bisa menonjolkan ciri khas lain untuk kurangi harga produksi. " Harapan kami untuk pengrajin dapat lebih kreatif meningkatkan motif serta corak. diluar itu, pengrajin juga diharap dapat sesuaikan pasar terutama permasalahan harga, lantaran di ketahui berbarengan bahan baku batik masih tetap dihadirkan dari daerah luar. Spesial berkenaan muatan lokal, saya himbau agar beberapa pengrajin tak menyingkirkan ciri khas kedaerahan, terus batik catat dengan bahan alami janganlah printing, " harapnya.
Ahadiyat menyampaikan pengrajin batik di Bangkalan meraih lebih 2. 000 orang. Jumlah itu bertambah di banding empat th. lantas yang cuma sejumlah 1. 200 orang.
Mengerti kekurangan itu, Iskandar berikan peluang pada investor untuk membangun pabrik tekstil di Bangkalan. Tetapi tentu, pembangunan pabrik tekstil mesti mengantongi izin dari pemerintah setempat. ( Batik Cirebon )

Sabtu, 21 Februari 2015

batik cirebon
Batik Cirebon - Dalam kunjungan resmi pertamanya berbarengan Puteri Indonesia 2015 yang baru dipilih, Anindya Kusuma Putri, Miss Universe 2014 Paulina Vega tampak kenakan gaun batik khas cirebon dengan design modern.
Didapati di Pendopo Living World Alam Sutera, Tangerang, Sabtu (21/2/2015), keduanya kenakan gaun batik dengan rancangan moderen keluaran Batik Muda. Motif batik yang diambil keduanya yaitu Batik Cirebon.
Batik Cirebon - "Sesungguhnya terdapat banyak pilihan baju yang akan kami gunakan hari ini. Saya sempat juga bingung memilihnya. Namun selanjutnya saya pilih baju ini lantaran terkecuali motifnya menarik, rancangannya juga sederhana serta mempermudah gerakan saya namun terus tampak modis serta anggun, " kata Paulina Vega saat di tanya Liputan6. com tentang baju pilihannya itu.
Batik Cirebon - Gaun batik bermodel A-Line dengan detil renda emas dibagian dada serta tepian bawah jadi pilihan Vega untuk dikenakan selama seharian ini. Ia tampak terasa nyaman serta bebas bergerak dalam baju itu.
Vega menggabungkan gaun batiknya itu dengan sepatu heels emas berbuntut lancip dan suatu arloji berwarna seirama. Keseluruhnya penampilannya tampak menyatu dengan warna kulit serta rambutnya yang cokelat emas. Cantiknya! ( Batik Cirebon )

Batik Cirebon - Batik Abstrak Bandung Tembus Eropa


Batik Cirebon - Batik abstrak Bandung, Jawa Barat yang dikenalkan oleh Tetet Cahyati selain diminati pasar Asia juga sukses menembus pasar Eropa yakni di Praha, Republik Ceko.
"Batik abstrak ini diminati orang-orang di Praha, diluar itu juga Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan India, " kata Tetet Cahyati di Depok, Jumat (20/2).
Ia menuturkan batik abstrak ini adalah gabungan pada lukisan, lagu serta puisi. Batik juga selalu berkembang sesuai sama zaman, kain khas Indonesia serta warisan budaya bangsa itu selalu berevolusi serta berkembang.
Batik Cirebon - Wanita asal Bandung ini menyampaikan juga bahwa batik abstrak yang indah serta menawan jadi ciri khas. " Inspirasi ini bermula dari kecintaan saya pada seni lukis. Saat sebelum membatik saya sukai bikin lukisan, menulis lagu serta puisi, " tuturnya.
Tetet mulai membatik pada 2007 serta melukis mulai sejak 2005. " Mulai sejak kecil saya memanglah sukai melukis lantaran ke-2 orangtua saya yaitu pelukis, yaitu Popo Iskandar serta Djuariah Iskandar, " katanya.
"Awalannya saya iseng saja bikin sebagian potong lalu banyak yang sukai serta pada akhirnya jadikan usaha. Penyuka batik saya tidak cuma dari kelompok ibu-ibu tetapi ada pula dari kelompok remaja, " tuturnya juga.
Batik Cirebon - Ia menuturkan lagi bila pembuatan kain batiknya masih tetap memakai langkah tradisional dengan memakai dicanting, lalu tiga kali alami sistem pencucian serta dijemur. " Untuk bikin batik catat 100 % prima itu susah, lantaran ini kan masih tetap memakai canting. Satu bahan dapat usai sampai tiga minggu serta membuahkan 30 sampai 50 potong, " tuturnya.
Tetet mengatakan, batik abstrak hasil karyanya sudah dipatenkan pada 2008, dengan harga yang di tawarkan beragam dari mulai Rp 100 ribu sampai Rp 2, 5 juta per mtr..
Kain batik abstrak Tetet untuk di Indonesia telah digunakan oleh sebagian tokoh, diantaranya Ari Sudarsono, Mutia Hatta, Dewi Motik, Megawati Soekarno Putri, Linda Gumelar, dan sebagainya. ( Batik Cirebon )

Kamis, 19 Februari 2015

Batik Cirebon - Yogya Akan Gelar Olympiade Batik Lewat Danais

Batik Cirebon - Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan serta Aset (DPPKA) DIY Bambang Wisnu Handoyo mengusulkan penyelenggaraan Olympiade Batik lewat Dana Keistimewaan (Danais). Itu untuk menindaklanjuti penghargaan Yogyakarta juga sebagai Kota Batik Dunia, 23 Oktober 2014 lantas.
"Mengapa tak buat Olympiade Batik? Kita ini telah bisa penghargaan namun tak ditindaklanjuti dengan karya besar, " kata Bambang selesai rapat pra-Musrenbang berbarengan Gubernur di Kompleks Pemda DIY, Rabu (18/2/2015).
Batik Cirebon - Menurut Bambang, perhelatan besar sejenis itu dapat berguna untuk pembatik ataupun perkembangan industri batik Yogya. Harapannya, nilai investasi Yogya juga turut terkerek.
"Yang utama bagaimanakah perajin batik jadi lebih sejahtera, " pesan Sri Sultan HB X sebentar sesudah Yogya menyabet penghargaan itu th. lantas.
Batik Cirebon - Usulan itupun nampak sesudah Bambang mendengar keluhan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X waktu rapat. Sepanjang tiga th. jalan, tidak satupun program kelebihan yang beresiko besar ke orang-orang.
"Saya terpukul benar, seperti pak Sekda juga terpukul. Pak Gubernur katakan, (sampai kini) tidak ada program besar. Cuma ada program ecek-ecek. Pelatihan-pelatihan, " ungkap birokrat pengagum batu akik itu. ( Batik Cirebon )

Rabu, 18 Februari 2015

Batik Cirebon - Imlek, Batik Motif Naga di Buru Pembeli


Batik Cirebon - Perayaan Imlek th. ini, beberapa perajin batik catat di Blora mulai kebanjiran order pesanan. Pesanan yang di terima umumnya inginkan motif batik yang memiliki nuansa imlek, seperti naga dan buah naga. Hingga motif batik yang di buat oleh beberapa perajin biasanya sekitar naga serta buah naga.
“Sejak awal Januari lantas banyak yang pesan untuk dibuatkan kain batik dengan motif naga, ” kata yang memiliki rumah batik Mustika Art Galeri Hurip Indiyani.
Menurut dia mereka yang pesan banyak datang dari etnis keturunan tiongha yang ada di Blora, tetapi orang-orang juga banyak yang pesan motif naga itu. batik memiliki nuansa imlek itu, nanti bakal dipakai waktu perayaan, dan aktivitas yang lain yang masih tetap memiliki nuansa imlek.
Batik Cirebon - Untuk motif lanjutnya memanglah yang pilih yaitu pemesan ingin dibuatkan motif yang seperti apa. Tetapi lantaran peristiwa imlek, banyak yang meminta gambar naga, dan lampion-lampion. Motif itu lalu digabungkan dengan motif tunjukkan ciri khas Blora, seperti akar jati serta motif yang lain yang telah ada tetapi tak meninggalkan ciri khas batik Blora.
“Sesuai nuansa imlek untuk warna yang menguasai yaitu warna merah dan hitam, serta ada yang meminta warna biru, ” katanya.
Batik Cirebon - Dia mengungkap lantaran seluruhnya di buat dengan tangan, hingga mengonsumsi saat yang lama serta pemesan mesti lakukan pemesanan jauh-jauh hari. Sesudah lihat sebagian kain yang telah jadi, akhirnya cukup bagus serta sangatlah menarik, karena warnanya sangatlah cerah.
Sampai sekarang ini sebagian karyawan yang ada dirumah produksinya masih tetap repot bikin gambar naga, karena banyakn yang di buat dengan tangan. “Imlek kesempatan ini cukup bagus serta ramai, ” tuturnya. ( Batik Cirebon )

Selasa, 17 Februari 2015

Batik Cirebon - 3 Faktor Selamatkan Batik Tradisional dari Kejatuhan

Batik Cirebon - Munculnya batik printing atau batik pabrikan, memukul industri batik tradisional dengan cukup telak. Beruntung, tiga faktor ini, yaitu tindakan UNESCO yang menjadikan batik sebagai warisan dunia bukan benda, serta kebijakan pemerintah mewajibkan PNS berbatik setiap jumat dan kebijakan sekolah mewajibkan siswanya berbatik tiap pekan, membuat industri batik tradisional tetap berkibar.
"Sangat terasa akibat dari adanya batik industri (batik printing), karena selain harganya lebih murah, motifnya juga beragam, tak kalah dengan batik tradisional. Bahkan ada yang motifnya modern dan temporer, sehingga disukai kalangan generasi muda," jelas pengusaha batik tradisional Hani Winotosastro saat ditemui wartawan di home industrinya di Jl Tirtodipuran 54, Yogyakarta, Rabu (17/02/2015).
Menurut data, kain batik dari bahan mori dengan ukuran panjang 2,5 meter berharga antara Rp1-2 juta/lembar. Sementara yang terbuat dari sutra bisa mencapai Rp5 juta lebih/lembar, tergantung motif dan warna yang dipakai untuk memperindah motif tersebut.
Batik Cirebon - Batik kombinasi yang merupakan perpaduan antara batik cetak dan tulis, minimal berharga Rp125 ribu/lembar dengan ukuran 2,5 meter, tergantung jumlah warna pada motifnya.
Batik cetak minimal Rp100 ribu/lembar dengan ukuran 2,5 meter, tergantung motif, warna dan jenis kain yang digunakan. Harga batik industri (printing) bervariasi, namun kebanyakan dijual dengan harga di bawah Rp50 ribu/meter.
"Perbedaan harga ini membuat banyak masyarakat yang beralih ke batik industri," jelas Hani lagi.
Batik Cirebon - Ia mengaku bersyukur karena tindakan UNESCO menjadikan batik sebagai warisan dunia bukan benda, membuat citra dan gengsi batik tradisional terangkat, sehingga banyak kalangan yang kembali melirik batik tulis, cetak atau kombinasi.
"Kebijakan pemerintah mewajibkan PNS berbatik tiap Jumat, juga kebijakan soal batik di sekolah, juga membuat kami tetap bisa tetap eksis. Kami bahkan pernah terima order besar-besaran untuk membuatkan seragam batik anak sekolah," imbuhnya.
Putri pendiri GKBI (Gabungan Koperasi Batik Seluruh Indonesia) ini berharap masyarakat tetap mencintai batik tradisional karena ini warisan nenek moyang yang bahkan telah diakui di tingkat. ( Batik Cirebon )

Minggu, 15 Februari 2015

Batik Cirebon - Ensiklopedi Batik Jogja Masih Kurang Sosialisasi

Batik Cirebon - Tidak banyak yang tahu bila Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi serta Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta sudah menerbitkan suatu buku Ensiklopedi Batik Yogyakarta. Tetapi sayangnya, ensiklopedi ini masih tetap kurang dalam soal sosialisasi hingga tidak banyak orang-orang yang tahu.
Hal itu berdasar pada info dari Tri Karyadi Riyanto sebagai Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Usaha Mikro Kecil serta Menengah Disperindagkoptan Kota Yogyakarta. Menurut dia, Ensiklopedi Batik Yogyakarta ini telah mulai disusun mulai sejak th. 2012 serta diterbitkan pada th. 2013.
Batik Cirebon - Tetapi sampai masuk th. 2015, pendistribusian buku setebal 84 halaman ini belum optimal.
"Sesaat ini Ensiklopedi Batik Yogyakarta baru kami berikanlah ke sebagian lembaga yang memerlukan serta SMP, SMA, dan SMK negeri saja, " kata Tri.
Sosialisasi yang masih tetap sangatlah terbatas, lanjut Tri, bikin Ensiklopdi Batik Yogyakarta ini kadang-kadang cuma jadi pajangan di rack perpustakaan intansi serta sekolah yang memperolehnya. Atas argumen tersebut, Disperindagkoptan mulai th. ini mulai mengintensifkan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta beberapa pengrajin batik.
"Ke depan kami akan mensosialisasikan ke sekolah-sekolah swasta. Jadi tidak cuma sekolah negeri saja yang tahu perihal buku ini," katanya.
Batik Cirebon - Tri juga menjelaskan, untuk lebih memperkenalkan Ensiklopedi Batik Yogyakarta ini, ketika sosialisasi pihaknya juga menyisipkan sebagian materi lain. Kekurangan yang sampai kini berlangsung yaitu ensiklopedi batik Yogyakarta ini cuma ditempatkan ditempat yang sudah ditetapkan tidak ada inginalan selanjutnya.
Oleh karenanya, materi-materi seperti tehnik pewarnaan alam serta estetika dalam menggunakan baju batik juga turut dibicarakan dalam kegiatan.
Materi pewarnaan alami turut diikutkan dalam aktivitas sosialisasi untuk memberi pemahaman pada beberapa pengrajin batik bahwa pewarna alam lebih ramah lingkungan dibanding dengan pewarna kimia. ( Batik Cirebon )

Sabtu, 14 Februari 2015

Batik Cirebon - Yogyakarta Luncurkan Ensiklopedi Batik

Batik Cirebon - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi serta Pertanian Kota Yogyakarta menerbitkan buku ensiklopedi batik khas Yogyakarta, tetapi buku itu masih tetap diciptakan serta disosialisasikan dengan cara terbatas ke kelompok spesifik.
"Buku ini diisi info tentang batik khas Yogyakarta yang diramu dari beragam sumber juga sebagai hasil kerja sama juga dengan akademisi dari Kampus Gadjah Mada (UGM), " kata Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM)
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi serta Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto di Yogyakarta, Sabtu.
Menurutnya, ensiklopedi batik itu disusun mulai sejak 2012 dengan menghimpun data dari beragam rekomendasi yang ada, ataupun dengan lakukan penelitian dengan cara segera ke praktisi batik yang ada di Yogyakarta.
Batik Cirebon - Terkecuali diisi info tentang beberapa jenis batik khas Yogyakarta serta filosofi yang terdapat di dalamnya, buku setebal 84 halaman itu juga membahas tentang peralatan yang dipakai untuk membuahkan batik dan langkah pembuatan batik serta sentra-sentra batik di Yogyakarta.
Sekarang ini, lanjut Tri Karyadi, pihaknya mengintensifkan sosialisasi tentang ensiklopedi batik itu ke perajin batik, sampai ke pelajar di kota itu.
"Penetapan Yogyakarta juga sebagai kota batik dunia jadi salah satu basic untuk kami untuk selalu mensosialisasikan batik khas Yogyakarta, " tuturnya.
Didalam sosialisasi itu, Disperindagkoptan menyisipkan pengetahuan tentang tata langkah serta estetika penggunaan batik lantaran banyak orang-orang yang belum tahu type batik serta tata langkah penggunaan dengan cara benar.
"Kami juga mensosialisasikan pemakaian pewarna alami untuk batik pada perajin lantaran pewarna itu lebih ramah lingkungan di banding pewarna kimia, " tuturnya.
Batik Cirebon - Ensiklopedi itu sudah didistribusikan ke semua SMP, SMA serta SMK negeri di Yogyakarta serta diinginkan bisa jadikan koleksi perpustakaan serta rekomendasi evaluasi tentang batik.
"Disperindagkoptan bakal perbanyak buku itu untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah swasta yang ada di Yogyakarta, " tuturnya.
Pada th. ini, lanjut Tri, pihaknya juga mengadakan lomba pembuatan design batik khas Yogyakarta yang bakal diadakan pada Maret atau April. Lomba itu terbuka untuk orang-orang umum.
"Motif yang diputuskan juga sebagai pemenang bakal dipakai juga sebagai batik seragam pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, " tuturnya.( Batik Cirebon )

Jumat, 13 Februari 2015

Batik Cirebon - Perempuan Lulusan Teknik Planologi Desain100 Motif Batik Kaltim


Batik Cirebon - Bermacam baju batik dipajang di segi kanan lobi Guest House Pemprov Kalimantan timur yang berlokasi di Balikpapan, Kamis (12/2) tempo hari. Mendekati siang, sebagian karyawan mulai repot mengemasinya ke kotak spesial. Tidak cuma pakaian. Ada pula bermacam tas, sepatu, selendang serta yang lain. Seluruhnya bermotif khas Kalimantan timur.
Mau memperkenalkan Propinsi Kalimantan timur ke pasar nasional ataupun internasional dari segi fashion etnik. " Itu motivasi paling utama. Saya mau Kalimantan timur ini di ketahui orang hingga di negeri manapun lewat fashion etniknya. Terdapat beberapa batik khas motif spesial Kalimantan timur yang saya design sendiri, " ungkap Fanti Wahyu Nurvita, memulai bincang-bincangnya dengan Tribun di sudut lobi.
Bukan sekedar batik. Fanti --begitu bila disapa-- juga bikin tenun khas Kalimantan timur yang berkwalitas premium. " Saya ingin bertindak mengangkat Kalimantan timur lewat cara yang tidak sama. Karena kerajinan khas Kalimantan timur kan sangatlah banyak, tetapi seakan-akan belum tersentuh. Umpamanya lampit, seakan-akan cuma hanya lampit. Bila lampit seperti ini kan lain, ada lukisan di atasnya. Saya mau mengolahnya jadi product yang bernilai lebih, " papar Fanti sambil menunjuk lampit sebagai alas duduknya, tempo hari.
Batik Cirebon - Wanita asal Semarang, Jawa Tengah, memulai usaha fashion khas Kalimantan timur th. 2008. Diawali dengan bikin butik khusus batik di tempat tinggalnya di Samarinda. Butik itu dinamai " Butik Hesandra " (sesuai sama nama anaknya), serta jual baju batik dari beragam daerah di nusantara. " Tetapi customer serta pemerintah daerah merekomendasikan saya untuk lebih konsentrasi meningkatkan batik Kalimantan timur. Pada akhirnya th. 2010 saya serius konsentrasi meningkatkan batik Kalimantan timur. Ya sarung, tenun, semua jenisnya, " katanya.
Usaha spesial batik Kalimantan timur dimulainya dengan mengeksplor motif. " Saya mendatangi beberapa pakar yaitu orang-orang Dayak di Samarinda, saya pelajari beragam motif Dayak serta berarti ataupun maksudnya. Saya juga mendatangi Disperindag Kota Samarinda untuk meminta rekomendasi atau buku perihal motif-motif khas Kalimantan timur, juga searching di internet. Ini langkah paling baik untuk membuahkan motif yang tidak sama, " papar Fanti, lulusan Tehnik Planologi Kampus Diponegoro (Undip) Semarang.
Batik Cirebon - Lantaran belum mempunyai workshop, jadi design motif itu sangat terpaksa dititipkan Fanti pada orang lain untuk ditangani. Akhirnya sudah pasti kurang sesuai sama harapan. Dengan semangat serta ketekunan, satu tahun lalu atau th. 2011, Fanti punyai workshop sendiri serta berkembang cepat sampai saat ini.
Workshop batik punya Fanti berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah. Sedang untuk menjahit, bordir dsb dipusatkan di Jakarta. Maklum, saat ini Fanti berdomisili di Jl Mertilang IX Ka7 No. 18 Bintaro Bidang 9 Tangerang. Sedang Galeri Hesandra terus ada di Ruko Mal Lembuswana Blok C-16 Jl S Parman Samarinda.
Batik Cirebon - Sebatas di ketahui, Fanti pertamakali datang ke Kota Samarinda th. 2003. Saat itu ia ikuti sang suami, Wahyu Setiaji, yang bertugas di Perusahaan Daerah (Perusda) Pertambangan Propinsi Kalimantan timur. Sepanjang delapan th. mereka tinggal di Samarinda. Pas 2011, saat kerja suaminya selesai lantas mereka kembali ke Jakarta. " Saya pernah buka galeri di Mal Lembuswana pada 2011, th. itu juga saya geser ke Jakarta. Sesudah geser, usaha ini berkembang lebih cepat jadi saya mesti bolak-balik Jakarta serta Kalimantan timur, " tutur Fanti seraya memberikan, Galeri Hesandra Samarinda saat ini mempekerjakan delapan karyawan. Sedang di workshop sejumlah 30 karyawan.
Sampai awal 2015 ini, Fanti telah membuat serta mendesain sendiri lebih 100 motif batik khas Kalimantan timur. Intinya ia mendesain motif berdasar pada flora, fauna serta budaya di Kalimantan timur. " Semasing daerah di Kalimantan timur mempunyai kekhasan serta itu yang saya angkat jadi motif. Seperti enggang, penyu, kapal tambangan, pesut, serta yang lain. Product seluruhnya motif itu banyak diminati. Karena semasing mempunyai ciri-ciri. Customer terkadang pilih product di galeri sesuai sama asal daerahnya. Umpamanya, orang Samarinda tiapkali beli senantiasa ajukan pertanyaan motif Samarinda yang mana? Orang Kutai maunya batik yang motif Kutai. Begitupun motif Dayak, Tana Tidung, Bontang, Berau serta yang lain, " tandas Fanti. ( Batik Cirebon )