Sabtu, 31 Januari 2015

Batik Cirebon - Pentingnya Menjaga Predikat Yogya Kota Batik Dunia


Batik Cirebon - High Tea Batik Undercover yang digelar di Kawasan Heritage Punakawan (Ragam Kriya Nusantara) Jalan KHA Dahlan Yogya, Sabtu (31/1) menjadi salah satu upaya bersama untuk lebih memahami makna filosofi batik secara mendalam. Acara yang digagas GKR Pembayun ini mencoba merangkul semua kalangan untuk mencoba mengedukasi batik secara menyeluruh mengingat Yogya telah mendapat predikat sebagai Kota Batik Dunia.
Diungkapkan Pembayun, predikat sebagai Kota Batik Dunia penting untuk dijaga. Bersama-sama 'nyengkuyung' penghargaan yang sudah diberikan kepada DIY. Begitu pula keistimewaan Yogya. Karenanya, semua tradisi juga harus dikembalikan dan didekatkan ke masyarakat agar mereka ingat dan bisa meneruskan kepada anak-anak mereka.
"Karenanya, kita tidak hanya mempromosikan batik saja tapi juga paham filosofinya. Jadi yang mengenakan batik juga harus tahu arti dibalik motif batik yang sedang dikenakan," ujarnya.
Batik Cirebon - Pada kesempatan itu, dibagikan buku tentang cerita RAj Arti Ayya Fatimasari Wironegoro tentang Tradisi Tetesan yang dijalaninya saat genap berusia 10 tahun, 22 Desember 2013 lalu. Hadir pula peragaan busana dari perancang busana Afif Syakur dan Inung Marwoso, bahkan GKR Pembayun dan GKR Condrokirono menjadi model busana karya Afif Syakur bersama rekan mereka Okky Liguna dan Sasha Napitupulu.
Acara yang baru diselenggarakan untuk pertama kalinya ini, rencana akan digelar rutin sebulan sekali. Sedangkan perancang busana yang terlibat tentunya memiliki karya yang masih berkaitan dengan batik.
"Awalnya, acara ini hanya mengundang 50 tamu, tapi ternyata banyak yang berminat sehingga yang datang mencapai sekitar 100 orang. Kedepan, jika sudah bisa menjadi agenda rutin, tentunya saya akan senang sekali. Mungkin tidak hanya mengulas batik, tapi juga lurik, tenun dan sebagainya," papar Pembayun. ( Batik Cirebon )

Jumat, 30 Januari 2015

Batik Cirebon - Tumbuhkan Semangat Batik Kuasai Pasar Dunia

Batik Cirebon - Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang disepakati para pemangku kepentingan di bidang batik diharapkan menjadi semangat industri dalam negeri untuk menguasai pasar dunia.
"Itu sebabnya kami beri perhatian agar seperti juga yang dibahas dengan Kementerian Tenaga Kerja, batik menggunakan sertifikasi dengan kompetensi yang didasari SKKNI," ujar Dirjen Industri Kecil Menengah Euis Saedah di Jakarta, Jumat.
Batik Cirebon - Euis mengatakan, Indonesia sempat menjalin kerja sama dengan pihak Jepang untuk lebih menjadikan batik Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, melainkan mampu menguasai pasar dunia.
"Apalagi jenis batik yang menggunakan pewarna alam, beberapa kali kami juga bekerjasama dengan pihak Jepang, terutama untuk memodernisasi batik yang sudah dibuat Indonesia," ujar Euis.
Batik Cirebon - Namun, lanjutnya, Pemerintah Indonesia cenderung berhati-hati melakukan berbagai kerjasama tersebut, agar tetap memperoleh nilai tambah dan tidak semata-mata hanya pihak Jepang yang menarik manfaat dari kerjasama tersebut.
Menurut Euis, sebelumnya, Kemenperin melakukan segmentasi batik untuk mewujudkan hal tersebut, seperti batik yang digunakan untuk masuk sekolah yakni batik dengan tema pendidikan, sehingga yang dominan adalah peranan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ada juga batik industri, di mana usaha batik mampu mencetak tenaga kerja ribuan orang dan juga menjadi sentra industri di sejumlah provinsi, dan di sini Kemenperin banyak memberi andil. Terakhir batik sebagai unsur kreatif, di mana saat itu yang banyak berperan adalah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun demikian segmentasi tidak mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan. ( Batik Cirebon )

Batik Cirebon - Desain Cheongsam Batik untuk Imlek

Batik Cirebon - Dalam menyambut perayaan hari Imlek, kerap menjadi momen para desainer dan juga label busana dalam meluncurkan koleksi terbaru.
Busana bergaya cheongsam atau qipao pun menjadi salah satu desain yang kerap ditonjolkan pada saat menyambut hari Imlek tersebut. Salah satunya label Alleira Batik yang mewarnai koleksi miliknya dengan mengeluarkan koleksi busana gaun wanita berdesain cheongsam . Memang tidak banyak busana cheongsam yang dikeluarkan Alleira Batik.
Batik Cirebon - Namun, koleksi dress tersebut menjadi salah satu koleksi pilihan terbaru yang ditawarkan label dengan brand ambassador Anisa Pohan tersebut. Kendati demikian, busana yang identik dengan warna merah tersebut dituangkan Alleira Batik dengan warna-warna yang bervariasi dan model yang beragam.
Pilihan warna dan model yang bervariasi ini dimaksudkan agar busana Tiongkok tersebut tetap tampil menarik dan tidak membosankan. Terlebih, busana tersebut juga kerap mengalami pergeseran soal tren busananya. Alleira Batik pun menawarkan sejumlah model, di antaranya koleksi busana cheongsam dengan pilihan lengan panjang dan pendek atau tanpa lengan.
Dan, ada pula busana cheongsam yang berbentuk off shoulder . Busana yang identik dengan kerah tinggi itu, juga ditawarkan dengan pilihan warna paduan merah dan oranye, merah dan gold , merah dan ungu, serta beberapa warna cerah lainnya. Dan, harga yang ditawarkannya sendiri cukup bervariasi, mulai Rp1.980.000.
Batik Cirebon - Busana cheongsam memang sudah ada sejak zaman dinasti di China, dengan desain longgarnya. Namun, seiring perkembangan dunia mode, busana tersebut dibuat dengan gaya yang lebih modern dan kekinian pada tahun 1920-an. Hingga akhirnya busana warisan China itu lambat laun berkembang dengan desain yang bervariasi, menarik, serta stylish tanpa meninggalkan unsur sejarah dan warisan dari desain busananya.
Sebab itu, Alleira Batik meluncurkan koleksi busana cheongsam dengan tampilan menarik dan stylish yang dapat Anda jadikan pilihan busana saat merayakan hari Imlek. Lebih dari itu, Alleira Batik juga menyuguhkan koleksi terbaru lainnya yang menarik, mulai dari busana wanita dan pria, hingga anak-anak.
Bahkan, Alleira Batik juga menawarkan potongan harga sebesar 20% bagi Anda pemegang kartu kredit bank Mandiri, City Bank, dan Permata Bank. Potongan harga tersebut bisa Anda dapatkan di salah satu gerainya yang ada di Grand Indonesia Shopping Town Mall. ( Batik Cirebon )

Rabu, 28 Januari 2015

Batik Cirebon - Seniman Aceh Lahirkan Karya Lukisan "Batik Tsunami"

Batik Cirebon - Seniman Aceh, Cut Azzeta Rukman, melahirkan karya fenomenal yang merupakan lukisan bernuansa Aceh berupa "batik tsunami" dan karya tersebut dipajang di Museum Tsunami di Kota Banda Aceh.
"Harapan saya, semoga lukisan batik tsunami ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk bangkit dan berkarya dalam memajukan dan mengharumkan nama Aceh melalui karya seni," kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Aceh Niazah A Hamid di Banda Aceh, Rabu.
Hal tersebut disampaikan di sela penyerahan karya lukis Cut Azzeta Rukman berupa "batik tsunami" kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi.
Batik Cirebon - Ia menambahkan karya seni seperti itu sangat layak didukung, dikembangkan dan dipromosikan, karena selain bisa memperkenalkan tradisi Aceh secara luas ke dunia luar, juga mampu memberi ruang kepada para seniman untuk berkarya di tingkat yang lebih tinggi.
"Mudah-mudahan momentum ini bisa memperkuat semangat kreativitas seniman Aceh untuk menghasilkan lebih banyak lagi karya seni bernuansa khas daerah ini," kata Niazah yang juga istri Gubernur Aceh H Zaini Abdullah.
Dia juga menyebutkan para seniman Aceh sangat kreatif dalam membaca situasi lingkungan, sehingga berbagai peristiwa yang terjadi di Aceh bisa dikonversikan menjadi karya seni.
"Karya-karya seni seperti ini bukanlah untuk menghadirkan kembali trauma masa lalu, tapi bertujuan mendorong kita agar belajar dari pengalaman hidup demi melihat masa depan yang lebih baik serta kreatif," kata dia menjelaskan.
Batik Cirebon - Ia juga menilai motif batiknya sangat indah, menarik dan memiliki nilai seni tinggi. Jika dituangkan ke dalam kain batik untuk dipakai sehari-hari, maka dapat menghadirkan kesan anggun bagi si pemakai.
"Mungkin ada yang masih trauma jika kita bicara tentang tsunami, namun dengan melihat lukisan ini, maka perasaan itu akan berganti dengan kekaguman pada karya seni yang bernilai tinggi ini," kata Niazah. ( Batik Cirebon )

Selasa, 27 Januari 2015

Batik Cirebon - Desain Batik Bisa Dikembangkan Digital

Batik Cirebon - Desain batik selama ini dibuat secara manual. Dengan modal ingatan atau contoh batik yang sudah ada, pembatik membuat motif batik. Namun untuk mengembangkan kualitas, teknologi digital sangat bisa dimanfaatkan, karena itu menurut Ketua Harian Yayasan Batik Jabar Komarudin Kodiya harus disiapkan pembatik yang berkemampuan teknologi digital.
"Pengrajin perlu mengikuti perkembangan, salah satunya menyiapkan SDM dengan pengetahuan mumpuni di bidang digital, meningkatkan kualitas disain serta pemasaran," kata Komarudin (27/1).
Batik Cirebon - Ia menyebutkan, sebagian pengrajin batik sudah mulai menggunakan konsep digital dalam desain batiknya, namun sebagian besar masuk menggunakan konsep tradisional.
"Keaslian dalam produk perlu diperhatikan, namun di sisi lain perlu ada kolaborasi sinergi dengan teknologi yang bisa mendukung produktivitas, kualitas maupun kebutuhan pasar," kata Komarudin.
Batik Cirebon - Selain itu pengrajin batik perlu menyiapkan kapabilitas dan kualitas tenaga kerja dengan menaikkan upah kerja minimum agar mereka tidak beralih ke pengusaha-pengusaha baru. "Pengrajin harus bisa menjaga kualitas pekerjaannya agar bisa tetap bertahan.
Terkait adanya klaim dan munculnya motif batik dari sejumlah negara termasuk di Eropa, menurut dia merupakan hasil sistem cetak. Hal yang menjadi masalah kata Komarudin bukan ketika motif kain batik dijual di Eropa, tetapi ketika suatu negara mengklaim suatu motif dan melarang motif itu beredar.
"Sah-sah saja bila kain batik dari Indonesia sampai ke pasar Eropa, justru kami merasa bangga, tetapi kalau sebuah negara melarang produksi motif batik di luar negeri baru kami lawan," katanya. ( Batik Cirebon )

Minggu, 25 Januari 2015

Batik Cirebon - Pengrajin Batik Karikatur


Batik Cirebon - Setelah batik di akui sebagai warisan budaya bangsa Indonesia oleh dunia Internasional, perkembangan desain atau motif melalui kreatifitas pengrajinnya mulai berkembang pesat. Batik bukan saja mengandalkan motif yang lazim di temui di pasaran yang secara turun temurun di wariskan oleh nenek moyang, namun juga pengrajin mulai berinovasi membuat batik yang tak lazim. Salah satunya adalah batik yang di kembangkan dengan motif kartun.
Motif batik dengan kartun sudah di tekuni oleh Yoga, warga Desa Gulurerjo Kecamatan Lendaj sudah sejak lebih dari empat tahun lalu. Dan di bantu oleh tujuh karyawannya. Pengrajin ini memproduksi batik yang tak lazim di temui pasaran. Berkat keunikan ini, motif batik tersebut mampu membawa ia sukses berbisnis batik.
Batik Cirebon - Menurut penuturan Yoga, ide awal munculnya motif ini dari seringnya mengunjungi pameran lukis anak – anak yang biasa digelar diberbagai daerah. “saat ikut melihat pameran lukis anak, secara tiba – tiba muncul untuk membikin batik dengan motif kartun” kata Yoga. Sedangkan pengrajin ini sering merasa kesulitan dalam merekrut karyawan, karena membikin motif dasar bergambar kartun tidak mudah dilakukan oleh setiap orang. “menggambar motif kartun yang disukai anak – anak dalam sebuah kain tidak mudah” tambahnya.
Batik Cirebon - Namun, berkat kerja keras dan ketekunan yang ia lakukan selama ini, produk batik dengan motif kartun ternyata mampu bersaing di pasar dalam negeri. Motif batik tersebut ia pasarkan sampai kota Semarang dan Jakarta untuk menjadi target motif batik kartun tersebut. Hal itu ia lakukan, karena ia berniat untuk menyajikan motif yang berbeda dari biasanya.
Selain itu, masyarakat kalangan menengah, menjadi konsumen yang selalu menikmati hasil kerajinan warga dari Kabupaten Kulonprogo. Sedangkan harga kain batik bermotif kartun ini juga cukup terjangkau, antara Rp. 100 ribu hingga Rp. 150 ribu per lembar. “harapannya kain batik ini juga diminati oleh anak – anak, apalagi sekarang kain batik sudah diakui oleh negara – negara internasional sebagai warisan budaya indonesia” pungkasnya. ( Batik Cirebon )

Sabtu, 24 Januari 2015

Batik Cirebon - Batik Purba Khas Subang Harus Dipatenkan



Batik Cirebon - Bagi pegiat budaya di Kabupaten Subang, mereka mengharapkan agar pemkab segeraa mematenkan motif purba. Motif tersebut di ambil dari artefak perunggu peninggalan zaman prasejarah, agar segera di jadikan motif batik khas Subang.
"Batik khas dengan corak yang diambil dari artefak kuno ini merupakan kreasi orisinil warga Subang, dan akan menjadi kebanggaan masyarakat Subang," kata Pegiat Budaya Subang Budiana Yusuf, kepada wartawan, Sabtu (24/1/2015).
Untuk itu dia berharap, Pemkab Subang dapat segera mengupayakan hak paten atas temuan tersebut dan menjadikannya sebagai batik khas Subang.
Berdasarkan hasil diskusi, sambungnya, para pegiat budaya merekomendasikan enam poin kepada pemkab untuk ditindaklanjuti.
Batik Cirebon - Di antaranya, menetapkan corak pada bejana perunggu sebagai motif batik khas Subang, menyosialisasikan motif batik khas tersebut kepada publik, mematenkan corak pada bejana perunggu sebagai motif batik khas Subang, dan melakukan pengamanan serta penataan situs di lokasi penemuan bejana perunggu tersebut.
"Kami sudah melaporkan enam poin rekomendasi ini kepada Bupati Subang Ojang Sohandi, dan responnya bagus. Semoga segera ditindaklanjuti," terangnya.
Senada, Pakar prasejarah dari Balai Arkeologi Bandung Lutfi Yondri menilai, warga Subang patut berbangga atas keberadaan motif batik khas bercorak kuno tersebut. Pasalnya, pengambilan corak kuno pada tradisi batik merupakan inisiatif orisinil.
Batik Cirebon - Terlebih, hal ini belum pernah dilakukan daerah lain di Indonesia. Yang khas dari batik Subang ini adalah, motif batik digali dari corak artefak bejana perunggu yang merupakan peninggalan zaman pra sejarah yang ditemukan di wilayah Subang.
Pengambilan corak prasejarah untuk dijadikan motif batik merupakan langkah besar dan berani. Sebab, tidak banyak daerah yang melakukan langkah seperti ini.
"Ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Subang, memiliki motif batik yang orisinil yang diambil dari peninggalan prasejarah," papar Lutfi.
Dia menyebut, bejana perunggu merupakan peninggalan zaman perunggu yang hanya tiga ditemukan di Indonesia, yakni di Madura, Kerinci, dan Subang.
"Yang ditemukan di Subang adalah yang terbesar dengan corak yang paling lengkap dibandingkan dengan yang ditemukan di daerah lain," ucapnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Subang Ojang Sohandi menyatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti rekomendasi corak purba batik khas Subang yang diusulkan para pegiat budaya melalui langkah-langkah konkret.
"Saya udah memerintahkan Disbudparpora untuk mempelajari lebih lanjut rencana motif batik purba dari corak artefak yang ditemukan di Subang ini. Saya persilakan pihak dinas segera berkoordinasi dengan pemprov atau kementerian pariwisata untuk menindaklanjuti itu," ungkap Ojang.
Dia melanjutkan, temuan itu menunjukkan bahwa Subang sangat kaya akan potensi-potensi sejarah, namun belum semuanya tergali. Untuk itu dia berharap, ada lebih banyak peninggalan-peninggalan Subang yang terungkap. ( Batik Cirebon )

Jumat, 23 Januari 2015

Batik Cirebon - Tambah Wawasan Batik di Titik Nol Jogja


Batik Cirebon - Jogja, kota pelajar yang tak pernah sepi di kunjungi wisatawan, baik wisatawan asing maupun lokal. Selama ini, Jogja hanya terkenal jalan malioboronya saja, tak banyak orang luar Jogja yang tahu terdapat monumen batik di Kawasan Titik Nol Jogja salah satu ruang publik yang tak pernah sepi.
Monumen batik ini terletak di sisi barat kawasan titik nol Jogja, tak jauh dari gedung agung yang merupakan istana Kepresidenan Republik Indonesia. Monumen batik ini terdiri dari enam pilar yang setiap pilarnya menampilkan beberapa motif batik khas Yogyakarta di bagian bawahnya. Di monumen tersebut terdapat keterangan yang dapat di baca sebagai wawasan untuk pengunjungnya.
Batik Cirebon - Salah satu motif batik yang dipampang di monumen tersebut adalah motif Gembira Loka. Dalam keterangan yang berada di bawah display batik, motif Gembira Loka termasuk dalam pola kotak parang. Motif ini merupakan karya cipta KRAy. Hastungkara, istri Sri Sultan Hamengku Buwana IX. Selain motif Gembira Loka, masih banyak lagi motif lainnya seperti Parang Kusuma, Semen Sinom, dan lain sebagainya.
Inilah sarana edukasi yang dapat menambah wawasan budaya kepada khalayak ramai yang berkunjung di kawasan Titik Nol Jogja, khususnya wawasan tentang batik. Karena batik adalah sebuah warisan budaya yang patut dilestarikan. Tambah wawasan batikmu di kawasan Titik Nol Jogja.
Batik Cirebon - Namun sangat di sayangkan, keberadaan monumen tersebut kurang begitu terawat. Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan kebersihan sangat di sayangkan.
Meski sedikit kurang terawat, monumen ini bisa jadi tempat pembelajaran beberapa motif batik khas Jogja. Hanya saja agak sedikit repot membaca keterangan motif batik yang ada di lempangan plat karena sudah kusam. Berada di tempat yang teduh, monumen ini banyak dimanfaatkan orang untuk beristirahat. Beberapa fotografer terkadang menjadikan daerah ini sebagai objek bidikan mereka.
 Batik merupakan salah satu warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya. Terlebih batik sudah diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Oleh karena itu pemerintah setempat ingin mengajak masyarakat untuk menunjukkan kepada seluruh bangsa di dunia bahwa batik adalah asli milik bangsa Indonesia.  ( Batik Cirebon )

Batik Cirebonan, Pusaka Budaya Indonesia


Batik Cirebon - Indonesia negara yang memiliki keragaman budaya, salah satu yang terkenal adalah batik. Indonesia didaulat sebagai negara surganya batik. Hampir di seluruh pelosok provinsi di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Batik Cirebon sebut saja. Di Cirebon memiliki berbagai motif batik, namun yang paling terkenal adalah motif mega mendung yang merupakan gambar awan, di campur dengan unsur tiongkok. Batik Cirebon berkembang awalnya di lingkungan keraton saja. Untuk mengenalkan ragam hias batik Cirebon, Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekarjagad menggelar pameran, bazaar dan talkshow bertema “Pusaka Budaya Batik Dari Cirebon” bertempat di Aula Heritage Bank Indonesia beberapa waktu lalu.
Batik Cirebon - Juga sama halnya dengan batik Mataram (Jogja-Solo) yang juga berkembang di dalam Keraton, yaitu keraton Kasepuhan dan Keraton Kaneman. Motif batik Cirebon yang bersumber dari Keraton Kasepuhan memiliki cirri khas motif singa barong. Keraton kaneman memiliki ciri khas motif paksinagaliman.
Selain itu, batik Cirebon dan batik Mataram ( Jogja-Solo ) yang memiliki kesamaan yaitu berkembang di dalam keraton, ternyata dalam hal teknik produksi pun memiliki persamaan. Hal itu di karenakan, adanya perkawinan antara dua kasultanan tersebut. Motif parang yang menjadi ciri khas batik Mataram, ternyata di adopsi oleh Keraton Cirebon dengan nama patran keris dan patran kembang. Juga dengan motif semen, juga di adopsi menjadi motif sawat.
Batik Cirebon - Secara garis besar, pola batik Cirebon jarang menggunakan pola geometris sehingga lebih banyak didominasi ruang kosong. Disamping itu, juga banyak menggunakan unsur tumbuhan, binatang mitologi dan gambar bangunan. Motif yang ada meliputi motif taman arum kanoman, taman teratai, taman arum sunyaragi, dalungan, naga utah, simbar dalung, paksinagaliman, singabarong dan bintulu.
Motif-motif tersebut terinspirasi dari kondisi lingkungan di sekitar keraton dan benda-benda yang ada di dalam keraton. Motif-motif tersebut juga seperti di jelaskan di atas juga terdapat campuran unsur tiongkok dalam motifnya. Mengingat dulu banyak para pedagang-pedagang tiongkok yang datang ke Indonesia. Dengan itu, batik mega mendung semakin di kenal sebagai produk asli Indonesia, tepatnya Cirebon. ( Batik Cirebon )

Rabu, 21 Januari 2015

Batik Cirebon - Kepopuleran Batik Indonesia Merambah Sudan Hingga Afrika

Batik Cirebon - Batik tidak hanya populer di Indonesia, ternyata batik juga sudah memiliki tempat di negara lain. Puluhan ribu kilometer dari negeri asal, tepatnya di sudan, batik sudah sangat di gandrungi.
Fakta tersebut bukan isapan jempol belaka, fakta bahwa batik punya tempat tersendiri di negara yang terletak di kawasan antara Timur Tengah dan Afrika Timur di tegaskan langsung oleh Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Abdul Al Rahim Al Siddig.
"Di Sudan batik sudah sangat terkenal dan populer," sebut Al Rahim di kantor Kedutaan Besar Sudan, Rabu (21/1/2015).
Batik Cirebon - Beliau menyebut, karena saking populernya batik di Sudan, pakaian tersebut sudah di jadikan komoditi ekspor Indonesia ke Sudan. Bahkan Sudan menyediakan tempat khusus untuk menjual batik dari negara pimpinan Presiden Jokowi ini.

Di samping soal batik, Al Rahim turut memaparkan mengenai sejumlah kerjasama yang telah dijalin RI-Sudan. Yakni di beberapa sektor seperti agrikultur, hewan ternak, perikanan, perdagangan, edukasi dan budaya.

Sektor perdagangan merupakan salah satu sektor kerjasama yang disorot oleh Al Rahim. Sebab, volume perdagangan kedua negara telah meningkat hingga mencapai nilai US$ 747.800.000.
Batik Cirebon - Meningkatnya nilai perdagangan tersebut, menurut Al Rahim dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Namun, salah satu faktor utama ialah partisipasi aktif dari pelaku bisnis kedua negara.
"Partisipasi aktif dari para pelaku bisnis di sejumlah exhibitions trade menjadi faktor yang memberi kontribusi dalam meningkatkan kerjasama ekonomi dan komersial RI dan Sudan," tandas dia.

Filosofi batik Nelson Mandela

Tak hanya di Sudan, Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela yang wafat pada usia 95 tahun itu juga terkenal dengan filosofi batiknya.
Hal itu dikemukakan Duta Besar RI untuk Afrika Selatan, Sungeng Raharjo.
Menurut Sugeng, filosofi pembuatan batik yang memerlukan kesabaran dan keharmonisan merupakan cermin kuat kepribadian Mandela. Bahkan, terkesan Mandela mencintai produk asli Indonesia itu dengan mengenakan batik pada banyak acara-acara resmi. Termasuk pada acara penutupan Piala Dunia tahun 2010.
Dikutip dari BBC 6 Desember 2013, Sugeng mengatakan, perkenalan pertama Mandela dengan batik terjadi pada tahun 1990. Atau beberapa bulan setelah ia dibebaskan dari penjara Pulau Roben. ( Batik Cirebon )