Minggu, 19 Januari 2014

Toko Batik Indonesia - Dagang Batik, Gadis 19 Tahun Ini Hasilkan Rp 3,5 Miliar

IMG_6291Toko Batik Indonesia - Dagang Batik, Gadis 19 Tahun Ini Hasilkan Rp 3,5 Miliar .Normalnya, seorang yang baru lulus dari universitas (fresh graduate) memiliki pendapatan bulanan pada kisaran jutaan atau belasana juta. Bagi Dea Valencia Budiarto hal tersebut tak berlaku. Masih dalam usia 19 tahun, ia sudah memiliki pendapatan miliaran rupiah per tahun. Semua itu berkat ketekunannya menggeluti bisnis fesyen budaya, Batik Kultur by Dea Valencia.

Sejak usia 16 tahun, Dea sudah menggali kreativitasnya. Ketidaksanggupannya membeli batik Indonesia yang ia inginkan justru menjadi awal mula kesuksesannya. Dea menggeledah batik-batik lawas, menggunting sesuai pola yang ia suka, dan membordirnya. Ia ciptakan pakaian dengan hiasan batik lawas berbordir tadi."Ini pakai kain batik Indonesia lawas yang udah lama disimpan di lemari misalnya. Kan sering rusak, entah dimakan ngengat ataupun bolong kena banjir. Ya nggak bisa disimpan lagi kan? Makanya itu saya gunting-guntingin, misalnya bunga-bunganya. Nah dari situ saya bordir dan digabung dengan kain lain," ungkap Dea kepada Beritasatu.com di acara Wirausaha Muda Mandiri, Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/1).

Dari situ terciptalah kreasi Batik Indonesia Kultur. Awal produksi, Dea hanya membuat 20 potong pakaian. Kini? Ada 800 potong Batik Kultur yang dipasarkan per bulannya. Dengan harga Rp 250.000 - 1,2 juta, nilainya setara dengan Rp 3,5 M per tahun atau Rp 300 juta per bulan.Dea memulai Batik Indonesia Kultur benar-benar dari nol. Bahkan ia sendiri yang menjadi model Batik Kultur. Wajar karena wajah Dea terbilang cocok di hadapan kamera. Bahkan Dea sendiri yang mendesain produk Batik Kultur padahal ia mengaku tak bisa menggambar.

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.Salah satu prinsip yang dipegang Dea dalam memasarkan produknya sederhana dan menarik. Ia tak mau menjual barang yang ia sendiri tak suka."Kalau sudah jadi pasti saya bikin prototype ukuran saya sendiri. Saya coba, saya suka apa enggak? Karena saya nggak mau jual barang yang saya sendiri nggak suka. Jadi barangnya itu kalau dilihat tidak terlalu nyentrik, lebih seperti pakaian sehari-hari," imbuh gadis asli Semarang.

Tak cuma batik Indonesia, Batik Kultur pun merambah ke tenun ikat. Khusus yang satu ini, Dea harus membelinya di Jepara, tepatnya di Desa Troso yang merupakan sentra tenun ikat. Jika dulu hanya membeli beberapa meter kain, kini sekali kulakan Dea membeli tak kurang dari 400 meter tenun ikat.Sebagai alumni program studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Dea paham betul kekuatan internet untuk pemasaran. Kain Batik Indonesia Kultur 95 persen memanfaatkan jaringan internet dalam urusan permasalahan.Dea menjadikan Facebook dan Instagram sebagai katalog dan media komunikasi dengan konsumennya. Dari sana, referensi untuk Kain Batik Indonesia Kultur menyebar dari mulut ke mulut. Integrasi dunia maya dan dunia nyata menyukseskan bisnis Dea.

Namun sama seperti bisnis sukses lain, Batik Kultur menapak bukan tanpa hambatan. Dea pernah dibuat depresi selama seminggu dan menjadi tak produkti karena masalah hak paten."Hambatan... dulu pernah masalah di hak paten. Sebenarnya dulu namanya bukan Batik Kultur by Dea Valencia tapi Sinok Culture. Tapi waktu diurus nama mereknya ternyata sudah ada yang pakai merek Sinok. Saya sempat stress selama seminggu. Karena nama Sinok sangat berarti buat saya. Sinok adalah nama panggilan saya sejak kecil," tutur Dea.Melihat segala pencapaian Dea, sulit mempercayai Batik Kultur ada di tangan seorang perempuan muda usia 19 tahun yang sudah memegang gelar sarjana komputer.

"Saya dulu nggak tahu kenapa sama ibu 22 bulan udah disekolahkan. Umur lima tahun udah masuk SD. SMP dua tahun, SMA dua tahu. Jadi itu 15 tahun masuk kuliah. Tiga setengah tahun kuliah, jadi umur 18 udah lulus," jelas Dea."Setelah lulus pulang ke rumah di Semarang fokus bisnis. Tiap bulan nambah dua tiga pegawai, jadi kini sudah ada 36," imbuh Dea yang tinggal bersama orangtuanya di Gombel, Semarang.Meski masih muda dan memiliki pendapatan miliaran rupiah, Dea tak melupakan lingkungan sekitar. Menarik jika mendengar pengakuan Dea tentang beberapa karyawannya."Saya juga mempekerjakan karyawan yang misal nggak ada kaki tapi tangannya masih bisa kerja. Penjahitnya ada enam yang tuna rungu dan tuna wicara. Pertimbangannya? Giving back to society (timbal balik kepada masyarakat)," terang Dea.

Sabtu, 18 Januari 2014

Toko Batik Indonesia - Peminat Batik Trusmi Cirebon Makin Luas

batik-cirebon-kunjungan-dede-yusuf-owner-batik-trusmi-ibnu-riyanto-batik-trusmi-cirebon-indonesia-murah-bangetToko Batik Indonesia - Peminat Batik Trusmi Cirebon Makin Luas. Batik Indonesia sudah diakui oleh UNESCO sebagai karya bangsa Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009. Sehingga batik Indonesia menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia sebagai kekayaan budaya.

Batik Indonesia digunakan sebagai seragam dinas oleh bangsa Indonesia, baik itu di dunia pemerintahan dan pendidikan. Batik-batik yang terkenal di Indonesia di antaranya batik Solo, Pekalongan, Yogyakarta, Malang, Madura dan Batik Cirebon.

Batik Cirebon juga tidak kalah menariknya dengan batik Indonesia yang ada di kota-kota lain karena motifnya. "Motif klasik dengan warna cerah ini menjadi pembeda batik Cirebon dengan batik-batik kota lain," kata Ibnu Riyanto, selaku Pengrajin Batik Cirebon.

Desa Trusmi Kulon No 148 Plered Cirebon terdapat showroom batik terbesar terlengkap dan termurah se-indonesia dengan nama Pusat Grosir Batik Trusmi, Trusmi menjadi pusat Pengrajin Batik Indonesia di Cirebon. Di desa ini banyak pengrajin batik yang sudah memproduksi batik khas Cirebon yang bisa ditemui dengan mudah di pinggir-pinggir jalan.

Harga yang dipatok juga terjangkau mulai dari Rp 25-70 ribu. "Ada yang sampai Rp 1,5 juta, Mas. Kalau yang harga segini kami jarang memproduksinya karena penjualannya agak sulit," ujar Ibnu Riyanto.

Dengan harga yang terjangkau, Ibnu Riyanto sudah bisa memasarkan batiknya sampai ke kota-kota besar, seperti Jakarta, Medan dan Surabaya."Kami sering ikut pameran batik. Pernah ikut pameran di Jakarta Expo. Kalau di Surabaya pamerannya di gedung negara Grahadi," tambahnya.

Jumat, 17 Januari 2014

Batik Indonesia - Pesanan Kain Batik Cirebon Untuk Singapura Meningkat

IMG_6283Batik Indonesia - Pesanan Kain Batik Cirebon Untuk Singapura Meningkat. Para pengrajin batik Cirebon di daerah Pantura Kabupaten Cirebon mengaku pesanan Kain batik Indonesia tulis tradisional motif klasik batik cirebon untuk pasar ekspor tujuan Singapura meningkat.

“Pesanan berbagi jenis batik tulis khas Cirebon dari Singapura terus meningkat, biasanya sekitar 500 kain batik Cirebon, kini bisa mencapai sekitar 800 kain,” kata Eha, salah seorang pengrajin batik di Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa.Ia menuturkan, aneka motif batik Cirebon tulis klasik seperti Paksinaga Liman, Megamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, sangat diminati oleh konsumen asal Singapura.

Ia menambahkan, liburan pergantian tahun pesanan batik Cirebon tulis klasik tersebut cukup menggirahkan, diharapkan permintaan terus meningkat, sehingga usaha batik mampu mendongkrak ekonomi masyarakat Cirebon.Menurut dia, aneka batik klasik Paksinaga Liman, Megamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, dalam proses pembuatannya membutuhkan keahlian khusus, sehingga produksinya terbatas.

Selain membeli dari pengrajin batik Cirebon langsung, konsumen juga biasa membeli batik di Showroom Pusat grosir Batik Trusmi karena hanya di Pusat Grosir Batik Trusmi konsumen luar negeri selain membeli batik khas Cirebon juga bisa sambil berkunjung ke sanggar pembatikan yang ada di batik trusmi itu. Di sanggar pembatikan konsumen bisa langsung belajar membatik menggunakan canting dan alat cap batik. Selain belajar membatik juga konsumen diajarkan cara mewarnai kain batik dan juga proses pelorodan batik.

Cirebon merupakan daerah penghasil Kain batik Indonesia yang memiliki motif unik dan khas. Yang harus dipertahankan sehingga mampu bersaing dan diminati oleh pasar ekspor seperti Singapura dan Eropa.Kusmanto pengrajin batik tradisional lain mengaku, motif batik klasik Cirebon yang kini semakin diminati pasar ekspor baik Asia dan Eropa pada dasarnya dapat digolongkan menjadi lima jenis, yaitu Wadasan, Geometris, Pangkaan, Byur, Semarangan.Ia menambahkan, Wadasan, jenis ini ditandai dengan adanya beberapa ornamen dan benda-benda yang bersumber dari Kraton Cirebon, sering disebut batik Keraton seperti, Singa Payung, Naga Saba, Taman Arum, Mega Mendung, corak yang diminati pasar Eropa.

Batik Indonesia - Pengusaha Batik Cirebon Ibnu Riyanto Tampil di Wirausaha Muda Mandiri Expo 2014

ibnu riyanto batik trusmi cirebonBatik Indonesia - Pengusaha batik Cirebon Ibnu Riyanto dan Sally Giovanny tampil dengan Ebatik Tas Sepatu Orange Ukir Batik Cirebon Exclusive dalam ajang Wirausaha Muda Mandiri Expo 2014 yang berlangsung di Istora, Senayan, Jakarta (15/1/2014). Ibnu Riyanto pengusaha Batik Termuda yang memimpin PT Trusmi Group dengan Showroom Batik Indonesia terluas di Dunia tampil pada ajang yang diikuti sekitar 136 wirausaha muda terpilih se Indonesia.

Pada pameran yang berlangsung selama tiga hari itu, Ibnu Riyanto membawa aneka produk kain batik Cirebon, kain batik mega mendung, Ebatik Tas Sepatu Orange Ukir Batik Cirebon Exclusive, dan Aneka produk dari pengrajin batik indonesia. Batik Cirebon merupakan salah satu hasil karya pengrajin batik Trusmi yang memiliki ciri tersendiri antara motif yang elegan dan warna cerah yang dikombinasikan dengan warna lainnya.

Pusat Grosir Batik Trusmi adalah Showroom batik Indonesia yang mengusung konsep wisata belanja oleh-oleh khas Cirebon.Di area seluas 5 hektar tersebut selain dibangun showroom terbesar se-Indonesia juga terdapat Beberapa lapangan futsal dan Sanggar Pembatikan. Di sanggar pembatikan tersebut pengunjung yang ingin berbelanja batik cirebon bisa sambil belanjar dan melihat proses pembuatan batik mulai dari pelukisan warna dengan menggunakan canting dan malam yang dilelehkan kemudian pewarnaan dan proses pelorodan malam pada kain batik Indonesia tersebut.

Selain Ibnu Riyanto dengan Pusat Grosir batik Cirebon -nya, pada ajang tersebut juga dipamerkan produk Ebatik Tas Sepatu Orange Ukir Batik Cirebon Exclusive dan tas rajut karya Sally Giovanny. Beragam kreasi Ebatik Tas Sepatu Orange Ukir Batik Cirebon Exclusive dihasilkan Sally. Kreasi dan keunikan menjadi kekuatan produk Sally Giovanny.

Produk lain yang menarik pengunjung adalah Gendongan Bayi Modern hasil karya Yani Adriani. Mirip kaos dangan tambahan tempat bayi di bagian depan, Yani memilih memanfaatan bahan baku spandex untuk karyanya.

Ajang Wirausaha Muda Mandiri Expo merupakan kegiatan yang diselenggarakan Bank Mandiri guna memerikan kesempatan kepada anak-anak muda memamerkan karya atau hasil usahanya yang selama ini telah diberikan fasilitas.

Pusat Grosir Batik Trusmi adalah Showroom batik Indonesia yang mengusung konsep wisata belanja oleh-oleh khas Cirebon.Di area seluas 5 hektar tersebut selain dibangun showroom terbesar se-Indonesia juga terdapat Beberapa lapangan futsal dan Sanggar Pembatikan. Di sanggar pembatikan tersebut pengunjung yang ingin berbelanja batik cirebon bisa sambil belanjar dan melihat proses pembuatan batik mulai dari pelukisan warna dengan menggunakan canting dan malam yang dilelehkan kemudian pewarnaan dan proses pelorodan malam pada kain batik Indonesia tersebut.

Rabu, 15 Januari 2014

Batik Indonesia - Pembatik Dimotivasi Menjadi Wirausaha Produksi Batik Cirebon

batik-cirebon-peresmian-rekor-muriBatik Indonesia - Pembatik Dimotivasi Menjadi Wirausaha Produksi Batik Cirebon.Para pembatik Desa Trusmi, Kecamatan Weru terus dimotivasi untuk bisa menjadi wirausaha batik Cirebon, melalui kegiatan pembinaan, pelatihan maupun pameran batik Indonesia.
Menurut Kepala Desa Trusmi, Sri Purwati, pemerintah desa telah melakukan berbagai kegiatan, salah satunya lomba membuat desain batik Cirebon, pentas pembuatan batik serta pameran produk batik buatan para pengrajin batik desa setempat.
"Kami terus memotivasi agar mereka bisa mandiri untuk menjadi wirausaha, tidak seperti sebelumnya hanya sebagai buruh batik saja," katanya, Selasa (14/1).
Dia juga menilai pendampingan dari Bank Indonesia Cirebon sangat membantu para pengrajin batik untuk meningkatkan semangat mereka menjadi wirausaha baru.
"Di Desa Trusmi ada sekitar 300 pembatik. Mereka sekarang dibentuk menjadi lima kelompok untuk dilatih perwarnaan, manajemen usaha dan pemasaran," katanya.
Hasil dari pembinaan, sambung dia para pengrajin kini telah mendapat pesanan pembuatan batik Cirebon baik dari instansi di Cirebon maupun dari daerah Jakarta.
"Kami harap dengan menjadi wirausaha mandiri akan meningkatkan taraf perekonomian warga untuk memajukan desanya," kata dia.
Pengurus kelompok batik Trusmi, Rohimah mengemukakan pelatihan dan pendidikan tentang pewarnaan yang difasilitasi BI Cirebon, diharapkan membuat pengrajin batik semakin mandiri.
Mereka bisa memproduksi hingga tahap finishing. Dengan demikian akan menciptakan pelaku usaha baru serta kesejahteraan perekonomian perajin meningkat.
"Kami sangat beruntung mendapatkan pelatihan karena telah memberikan wawasan cara membatik mulai dari proses desain sampai pewarnaan. Bila pengrajin sudah bisa mewarnai kedepannya mereka tidak akan menjadi pengobeng (buruh batik, Red) lagi, melainkan produsen batik Cirebon," katanya.
Sumber: SuaraMerdeka

Senin, 13 Januari 2014

Kain Batik Indonesia - Lautan Batik Cirebon di Jalanan Cirebon

batik-trusmi-baju-batik-cirebon-indonesia-di-pusat-perbelanjaan-Kain Batik Indonesia - Lautan Batik Cirebon di Jalanan Cirebon.Puluhan ribu masyarakat berpakaian Batik Cirebon menyemut di jalanan kota udang. Istimewanya, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan LC dan Ibu Gubernur Netty Heryawan, ikut menyemut di tengah masyarakat. Sejak melepas peserta Jalan Santai Mlaku Bareng Batikan di alun-alun Kejaksan, Heryawan beserta istri menjadi pusat perhatian. Masyarakat berebut bersalaman dan berfoto dengan gubernur dan istri. Jalan Santai Mlaku Bareng Batikan sendiri menempuh rute menuju Stadion Bima, peserta melewati Jl Kartini, Jl Dr Ciptomangunkusumo, Jl Pemuda, Jl Terusan Pemuda dan finis di Stadion Bima. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan LC mengatakan, Jalan Santai Mlaku Bareng Batikan merupakan salah satu bentuk kampanye kecintaan pada batik, sehingga diharapkan Batik Cirebon makin dikenal dan seantero dunia mengenal batik. “Batik sudah bukan hanya milik Indonesia, karena UNESCO sudah menetapkannya menjadi warisan dunia tak benda,” ujar dia, sesaat sebelum melepas rombongan peserta jalan santai.

Heryawan menambahkan, dengan dilakukannya berbagai bentuk kampanye Batik Cirebon dan masyarakat pun menggunakan Batik Cirebon dalam kehidupan sehari-harinya, maka batik akan tetap lestari. “Batik akan hidup 1000 tahun ke depan,” ucapnya.Dalam kesempatan itu, juga diserahkan bantuan delapan buah kapal untuk nelayan dengan nilai masing-masing Rp1,5 miliar. Kelompok Pantai Lestari, KUD Mina Jaya, Kelompok Rindu Sari, KUB Mulya Bahari dan KUB Mina Cahaya Bahari.

Helatan Jalan Santai Mlaku Bareng Batikan yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Barat ke-66 ini, juga dihadiri Komisaris Utama Radar Cirebon Group Alwi Hamu dan Dwi Nurmawan. Turut hadir pula, Direktur Utama Radar Cirebon Group Yanto S Utomo beserta jajaran direksi. Sejumlah pejabat Muspida juga hadir dalam acara tersebut seperti Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembanguna Wilayah III Jawa Barat Ano Sutrisno MM, Sekretaris Daerah Drs H Hasanudin Manap MM, Kepala Bank Indonesia Syarifudin Basara, Kepala Polisi Cirebon Kota AKBP Asep Edi Suheri dan Komandan Kodim 0614. Bahkan Rektor Unswagati, Dr H Djakaria Mahmud beserta jajarannya juga ikut dalam rombongan peserta. Sementara itu masyarakat yang beruntung mendapatkan dua unit motor adalah nomor undian 07702 atas nama, Tuti warga JlKalibaru Utara dan nomor undian 043167 atas nama Efiyanti warga Desa Karang Asem Kecamatan Plumbon, 24995 Priyanto warga Si Calung Kecamatan Kesambi, 27011 atas nama Jaedin K warga Desa Klayan Kecamatan Gunung Jati, 17780 atas nama Cecep warga Desa Matangaji dan 032302 atas nama Agus Wanto warga Desa Mundu.

Selain sepeda bermotor, berbagai hadiah elektronik, sepeda dan door prize menarik lainnya juga diundi untuk peserta. Gubernur juga menambahkan satu lagi hadiah berupa tiket umrah yang dimenangkan oleh Siti Aminah warga asal Majalengka.

Sumber:RadarCirebon

Kain Batik Indonesia - Kerajinan Kain Batik Cirebon Hingga Zimbabwe

Ebatik-Silk-Scarf-Mega-Mendung-Batik-CirebonKain Batik Indonesia - Kerajinan Kain Batik Cirebon Hingga Zimbabwe. Sekitar lima kilometer sebelum memasuki kota Cirebon, pengunjung dapat berwisata di Sentra Batik Trusmi, Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Menyusuri jalan aspal sempit desa itu, yang terlihat bangunan mewah para pedagang batik Cirebon.
Saat Radarcirebon menyambangi Pusat Grosir Batik Trusmi, ada dua versi batik Cirebon yang dipengaruhi daerah pedalaman, Solo dan Pengging. Dan versi lain, daerah pesisiran. Disebut demikian, hasil akulturasi Cirebon sebagai kota pelabuhan yang disinggahi saudagar Cina dan Eropa.
“Ciri khas buatan pengrajin batik Cirebon adalah warna-warna cerah dengan bentuk bunga. Berbeda, dengan batik Jawa yang berwarna gelap,” ujar Hardiyan, pengelola Pusat Grosir Batik Trusmi, kepada Radarcirebon, Rabu (8/1)
Tak kurang dari 500 orang pengrajin batik berada di Trusmi, selain penduduk setempat, ada yang berasal dari daerah sekitarnya, seperti Desa Kaliwulu, Kalitengah, dan Gamel.
Hardiyan menambahkan pangsa pasar batik Cirebon hingga Zimbabwe setiap empat bulan.
“Kami mendapatkan pesanan dari Jepang dengan motif bunga sakura dalam jumlah besar,” pungkasnya.
Masyarakat setempat menjadikan batik Cirebon sebagai sumber utama roda ekonomi mereka. Penelusuran Radarcirebon, sepanjang jalan Syeikh Datu Kahfi dan jalan Panembahan Senopati, mereka membuka gerai atau display dagangan yang menyatu dengan tempat tinggalnya. Tanpak rumah-rumah kuno dengan perabot antik menjadi daya tarik ke Trusmi.
Sumber:radarcirebon

Minggu, 12 Januari 2014

Batik Indonesia - Batik Trusmi ‘Terus Bersemi’ dan Batik Cirebon di Kancah Internasional

IMG_8030Batik CirebonBatik Indonesia - Batik Trusmi ‘Terus Bersemi’ dan Batik Cirebon di Kancah Internasional. Batik Cirebon Batik Trusmi ‘Terus Bersemi’ di Kancah Internasional .Ada kabar baik dari Cirebon, Jawa Barat, terutama perajin batik Cirebonan. Para perajin batik di daerah Pantura Kabupaten Cirebon mengaku pesanan batik Cirebon tulis tradisional motif klasik Cirebonan untuk pasar ekspor tujuan Singapura meningkat.

“Pesanan berbagi jenis batik tulis khas Cirebon dari Singapura terus meningkat, biasanya sekitar 500 kain batik Cirebon, kini bisa mencapai sekitar 800 kain,” kata Haryono, salah seorang perajin batik di Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu, (8/1).

Haryono menuturkan, aneka motif batik tulis klasik seperti Paksinaga Liman, Megamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, sangat diminati oleh konsumen asal Singapura.

Ia menambahkan, liburan pergantian tahun pesanan batik tulis klasik tersebut cukup menggirahkan, diharapkan permintaan terus meningkat, sehingga usaha batik mampu mendongkrak ekonomi masyarakat Cirebon.

Padahal, lanjut Haryono, aneka batik klasik Paksinaga Liman, Megamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, dalam proses pembuatannya membutuhkan keahlian khusus, sehingga produksinya terbatas.

Cirebon merupakan daerah penghasil batik Cirebon yang memiliki motif unik dan khas. Yang harus dipertahankan sehingga mampu bersaing dan diminati oleh pasar ekspor seperti Singapura dan Eropa.

Hardyan, pengelola Pusat Grosir Batik terbesar di Cirebon, mengakui tidak hanya Singapura, saat ini Jepang dan Zimbabwe memiliki minat batik Cirebon cukup tinggi.

“Selama ini masyarakat mengenal hanya batik Solo, Yogya dan tempat lainnya. Untuk itu, kami berharap Cirebon, dan khususnya batik Trusmi dapat tampil di tingkat nasional,” harapannya, saat ini sedang membuka cabang Medan, Jakarta, dan Surabaya.

Terkait klaim batik dari Malaysia? Ia tidak takut batik diklaim bangsa lain. “Megamendung buatan Malaysia itu kasar. Megamendung buatan Trusmi lebih halus”, pungkasnya.

Kamis, 09 Januari 2014

oko Batik Indonesia - Tahun Baru Ala Warga Cirebon di Pusat Grosir Batik Trusmi Promo Ebatik Tas Sepatu Green Eksklusif Batik Cirebon

Tahun Baru 2014 Pusat Grosir Batik TrusmiToko Batik Indonesia - Tahun Baru Ala Warga Cirebon di Pusat Grosir Batik Trusmi Promo Ebatik Tas Sepatu Green Eksklusif Batik Cirebon.Banyak cara yang dilakukan warga Cirebon dalam pergantian tahun. Dari sekadar kumpul bersama, jalan-jalan, hingga berdzikir di masjid. Penelusuran Trusmi.com, ada lokasi favorit warga Cirebon dalam perayaan Tahun Baru, Bundaran Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon. “Puluhan ribu orang hanyut dalam kemeriahan pergantian malam pergantian tahun di tempat ini dalam setiap tahunnya,” ujar Ria, warga Kejaksan, kepada Trusmi.com.

Menurutnya, Bundaran Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon, biasanya menjadi tempat bagi para pengendara. Selebihnya, lebih memilih meghindari tempat tersebut karena alasan macet yang kerap terjadi sebelum dan sesudah detik-detik pergantian tahun.

Tak kalah dengan lokasi yang lain, Halaman Parkir Grage Mall, biasanya, di tempat ini oleh pihak Grage Mall digelar sebuah suguhan pentas musik dan seni. Pesta kembang api dan trompet pun berlangsung meriah dalam setiap tahunnya.

Lalu, kawasan Bukit Wisata Gronggong, Kabupaten Cirebon. Lokasi yang terletak di tepian jalan menuju arah Kabupaten Kuningan ini menjadi pilihan warga yang ingin menikmati suasana pergantian tahun baru dengan pemandangan alam. Para pengunjung bisa menikmati jagung bakar dan sate khas Gronggong.

Tak jauh dari pusat kota Cirebon, Taman Kota Sumber, di Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Cirebon. Lokasi ini, meski tidak begitu strategis dan jauh dari pusat keramaian lainnya. Biasanya, malam pergantian tahun di tempat ini selalu dikunjungi ribuan remaja, baik yang berkendaraan, maupun jalan kaki.

Tidak ketinggalan, di kawasan Kampung Batik Cirebon Pusat Grosir Batik Trusmi digelar panggung spektakuler, lomba goyang cesar dan acara menarik lainnya dan menunjang Promo Ebatik Tas Sepatu Green Eksklusif Batik Cirebon.Pusat Grosir juga mengadakan berbagai lomba menarik lainnya dengan hadiah kain batik cirebon yang di produksi langsung oleh pengrajin batik indonesia.

Namun, berbeda bagi Ningsih, ibu rumah tangga, warga Pekalangan ini, lebih memilih di rumah. “Setiap tahun, saya memilih merayakan pergantian tahun berada di rumah, berkumpul bersama keluarga,” ujarnya kepada Trusmi.com.Bagi, ibu beranak empat ini, rumah tempat yang aman dan murah. “Tidak macet,” kelakarnya.

Toko Batik Indonesia - Ada Sanggar Batik Cirebon di Pusat Grosir Batik Trusmi dan produk baru Ebatik Tas Sepatu Purple Eksklusif Batik Cirebon

ebatik tas sepatu green exclusive batik cirebonToko Batik Indonesia - Ada Sanggar Batik Cirebon di Pusat Grosir Batik Trusmi dan produk baru Ebatik Tas Sepatu Purple Eksklusif Batik Cirebon.Ebatik Tas Sepatu Purple Eksklusif Batik Cirebon dengan warna cerah dan motif-motif khas pesisir memikat para penggemar batik. Padahal batik asal Cirebon bukan barang baru. Sejarah batik khas Cirebon bisa ditelusuri hingga ke masa Sunan Gunung Jati.

Banyak turis yang datang untuk belajar. Mampirlah ke Desa Trusmi, Cirebon, Jawa Barat. Desa Trusmi terkenal sebagai desa batik. Desa ini disebut-sebut sebagat tempat wisata batik. Di sinilah sentra pengrajin batik khas Cirebon. Untuk menuju kawasan ini, cukup mengarahkan kendaraan ke Pasar Plered lalu carilah plang bertuliskan “Objek Wisata Belanja kain Batik Indonesia”.Tak heran, batik dari kawasan ini pun sering disebut sebagai batik Trusmi. Deretan galeri batik meramaikan sisi kanan dan kiri Desa Trusmi. Beberapa galeri juga merangkap pabrik atau workshop pembuatan batik.

Salah satu yang terkenal adalah Pusat Grosir Batik Trusmi yang terletak di Jl trusmi kulon no 148 plered Cirebon, cara pelestarian batik yang dilakukan adalah dengan mendirikan sanggar pembatikan. Setiap orang yang ingin belajar membatik dapat mampir dan berlatih di sanggar tersebut. Bahkan, sanggar itu pun terbuka untuk wisatawan dan pelajar dari berbagai kota di indonesia.

“Banyak turis yang datang untuk belajar. Nanti kita sediakan kain, kita ajarkan motif dan cara membatik. Walau cuma sebentar dan sekedar tahu, tapi ini juga usaha untuk melestarikan,” ungkap Hardiyan .

Menurutnya, gagasan dibukanya sanggar batik di Pusat Grosir Batik Trusmi adalah sebagai wujud edukasi kepada konsumen, setiap pengunjung tidak hanya melihat koleksi batik, mereka bisa belajar mengetahui proses pembuatan batik sendiri.

“Kami menyediakan tenaga pengajar yang berasal dari kalangan yang lahir dari keluarga-keluarga pembatik,” ujar Hardiyan kepada trusmi.com, (8/1)

Baru-baru ini, Pusat Grosir Batik Trusmi menerima pesanan dari Jepang. Ia menuturkan batik indonesia biasa memakai warna cerah sebagai latar belakang kain.

Pusat Grosir Batik Trusmi ini menampung berbagai busana dari batik Cirebon yang dihasilkan pengrajin batik Trusmi. Pilihan seru lainnya adalah menelusuri gang-gang di Desa Trusmi dan melihat sendiri proses pembuatan batik Trusmi.