Senin, 11 Maret 2013

Keunggulan Batik Trusmi Cirebon

Batik Cirebon - Mega Mendung - Pusat Grosir Batik Trusmi - Model Cantik
Batik Cirebon - Mega Mendung - Pusat Grosir Batik Trusmi - Model Cantik

Keunggulan Batik Trusmi Cirebon “Apa sih keunggulan batik Trusmi atau batik Cirebonan dibanding dengan batik-batik yang berasal dari daerah lain?” Jawaban dari saya kurang lebih sebagai berikut: Menurut pendapat saya bahwa pada dasarnya batik-batik yang dihasilkan oleh sentra-sentra kerajinan batik dari berbagai daerah pada umumnya sangat bagus sekali serta memiliki corak motif yang sangat beragam dan khas serta tidak bisa dikatakan batik yang satu lebih baik dari dari daerah lainnya. Keunikan motif serta corak yang dihasilkan dari batik-batik berbagai daerah merupakan kekuatan yang sangat luar biasa, khususnya bagi kekayaan batik Indonesia. Belum ada di negara manapun yang memiliki kekayaan desain motif batik seperti yang di miliki oleh bangsa Indonesia.

 Bilamana kita ingin melihat banyaknya kekayaan desain motif batik Indonesia contoh yang paling sederhana bisa dilihat di wilayah Jawa Barat saja. Walaupun masih dalam satu propinsi dan kultur budaya yang sama, tiap-tiap daerah seperti Cirebon dengan Indramayu sudah memiliki karakter dan desain motif yang berbeda. Antara Cirebon dan Garut juga memiliki perbedaan yang sangat jauh sekali dan sangat signifikan perbedaannya. Secara umum batik Cirebon termasuk kedalam kelompok batik Pesisiran. Namun juga sebagian batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik Keraton. Hal ini karena di Cirebon memiliki dua buah keraton yaitu Keratonan Kasepuhan dan Keraton Kanoman, yang konon berdasarkan sejarah dari dua keraton ini muncul beberapa desain batik Cirebon Klasik seperti motif Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas dan lain-lain.

 Beberapa hal penting yang bisa dijadikan keunggulan (ciri khas) batik Cirebon dibandingkan dengan produksi batik dari daerah lain adalah sebagai berikut

 1.Batik Cirebonan untuk desain-desain klasik tradisional biasanya selalu mengikut sertakan motif wadasan (batu cadas) pada bagian motif tertentu. Disamping itu ada unsur ragam hias berbentuk awan (mega) pada bagian-bagian yang disesuaikan dengan motif utamanya.

 2.Batik Cirebonan tradisional/klasik selalu bercirikan dengan latar belakang (dasar kain) berwarna lebih muda dibandingkan dengan warna garis motif utamanya

 3.Bagian latar/dasar kain biasanya bersih dari noda hitam atau warna-warna yang tidak dikehendaki akibat penggunaan lilin yang pecah sehingga pada proses pewarnaan mengakibatkan zat warna yang tidak dikehendaki menempel pada kain.

 4.Garis-garis motif pada batik Cirebonan menggunakan garis tunggal dan tipis (kecil) kurang lebih 0,5 mm dengan warna garis yang lebih tua dibandingkan dengan warna latarnya. Hal ini dikarenakan secara proses batik Cirebon unggul dalam penutupan (blocking area) dengan menggunakan canting khusus (canting tembok dan bleber).

 5.Warna-warna batik Cirebonan klasik biasanya dominan warna kuning, hitam (sogan gosok) dan warna dasar krem, sebagian lagi berwarna merah tua, biru, hitam dengan dasar warna kain krem atau putih gading.

 Kelima ciri tersebut merupakan hal teknis keunggulan dari batik Cirebonan klasik/tradisional. Lain halnya dengan kelompok batik Cirebonan yang termasuk kelompok batik Pesisiran. Karakter batik Cirebonan Pesisiran dipengaruhi oleh sebagaimana karakter penduduk masyarakat pesisiran yang pada umumnya memiliki jiwa terbuka dan mudah menerima pengaruh asing. Daerah sekitar pelabuhan biasanya banyak orang asing singgah, berlabuh hingga terjadi perkawinan lain etnis (asimilasi) maka batik Cirebonan Pesisiran lebih cenderung menerima pengaruh dari luar.
  Batik Cirebon lebih cenderung memenuhi atau mengikuti selera konsumen dari berbagai daerah (lebih kepada pemenuhan komoditas perdagangan dan komersialitas), sehingga warna-warna batik Cirebonan Pesisiran lebih atraktif dengan menggunakan banyak warna.

 Produksi batik Cirebonan pada masa sekarang terdiri dari batik Tulis, batik Cap dan batik kombinasi tulis cap. Pada tahun 1990 – 2000 ada sebagian masyarakat pengrajin batik Cirebonan yang memproduksi kain bermotif batik Cirebon dengan teknik sablon tangan (hand printing), namun belakangan ini teknik sablon tangan hampir punah, dikarenakan kalah segalanya oleh teknik sablon mesin yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang lebih besar. Daerah penghasil produksi dan pengrajin batik Cirebonan terdapat di 5 wilayah desa yang berbeda, tepatnya daerah-daerah yang ada di sekitar desa Trusmi (pusat batik Cirebonan). Desa-desa yang berada di sekitar desa Trusmi diantaranya desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali, Kalitengah dan Panembahan. Pertumbuhan batik Trusmi nampak bergerak dengan cepat mulai tahun 2000, hal ini bisa dilihat dari banyaknya bermunculan showroom-showroom batik yang berada di sekitar jalan utama desa Trusmi dan Panembahan. Pemilik showroom batik Trusmi hampir seluruhnya dimiliki oleh masyarakat Trusmi asli walaupun ada satu atau dua saja yang dimiliki oleh pemilik modal dari luar Trusmi.

 sumber : http://www.wikimu.com/news/displaynews.aspx?id=9281

Selasa, 26 Februari 2013

Batik Tulis

Batik tulis adalah dengan menggunakan kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan.
[caption id="attachment_78" align="alignnone" width="800"]Batik dan Membatik di Sanggar Pembatikan Pusat Grosir Batik Trusmi

Batik dan Membatik di Sanggar Pembatikan Pusat Grosir Batik Trusmi[/caption] Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Teknik pembuatan batik secara tulis tangan yaitu pada awalnya batik dibuat di atas bahan kain dengan yaitu warna putih yang terbuat dari sejenis kapas yang sering disebut kain mori.

saat ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon serta bahan sintetis . kemudian Motif batik dituangkan dengan cairan lilin dengan menggunakan canting , atau menggunakan kuas digunakan untuk motif batik berukuran besar, kemudian Kain yang telah dilukis dengan menggunakan lilin kemudian dicelupkan dengan warna sesuai yang diinginkan si pembuat , Pencelupan hanya  dilakukan bagi motif  dengan warna lebih tua . Setelah melewati  beberapa kali proses pewarnaan, kemudian  kain yang telah selesai dibatik dicelupkan ke dalam cairan bahan kimia untuk melarutkan lilin sehingga membentuk pola yang diiginkan.

keberadaan batik tulis sangat luas hampir setiap daerah memiliki ciri khasnya. karena memang awal pencipataan batik pertama kali ialah dengan metode tulis. keberadaan batik tulis di indonesia dengan motif batik tulis ini. Dari Ujung Timur sampai Barat Indonesia, hampir seluruh daerah memiliki corak batik masing-masing. Dari Medan, Padang, Palembang, Jambi, Bengkulu, Lampung, Cirebon, Garut, Tasikmalaya, Pekalongan, Banyumas, Jogjakarta, Surakarta, Lasem, Tuban, Sidoarjo, Tulungagung, Kalimantan, Bali, Lombok, sampai Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) dan tentu saja masih banyak yang lainnya.

Selasa, 19 Februari 2013

Batik Cirebon dan Keraton di Cirebon

Batik Cirebon ada kaitannya dengan kerajaan daerah itu, yaitu Kanoman, Kasepuhan dan Kepabronan. Sebelum menggunakan kain katun, lukisan batik dilakukan pada daun lontar, karena pada zaman itu lukisan batik hanya sebatas untuk lukisan saja, hal itu terjadi sekitar abad XIII. Ciri khas batik Cirebon adalah motif laut, motif mega mendung yang diciptakan oleh Pangeran Cakrabuana (1452-1479) karena dipengaruhi oleh alam pemikiran Cina, di mana kesultanan Cirebon dahulu pernah menyunting putri Cina, sementara batik Cirebonan yang bergambar burung garuda dipengaruhi oleh motif batik dari Yogya dan Solo. Sumber tulisan: Majalah Pesona Muda Vol.26 Th.2010

Minggu, 17 Februari 2013

Perkembangan Batik Cirebon

Kisah membatik di Cirebon berawal dari peranan Ki Gede Trusmi, salah seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati yang mengajarkan seni membatik sambil menyebarkan agama Islam. Sampai sekarang, makam Ki Gede di desa Trusmi masih terawat baik, malahan setiap tahun dilakukan upacara ritual yang cukup khidmat yakni upacara Ganti Welit (atap rumput) dan Ganti Sirap setiap empat tahun. Usaha yang bermula dari skala rumahan lama kelamaan menjadi industri kerajinan yang berorientasi bisnis. [caption id="attachment_143" align="alignnone" width="640"]Papan Nama dan Icon Pusat Grosir Batik Trusmi Papan Nama dan Icon Pusat Grosir Batik Trusmi[/caption] Produk batik Cirebon bukan sekadar memenuhi kebutuhan lokal, tetapi sebagian pengrajin / pedagang mengekspornya ke mancanegara seperti Jepang, Amerika, Malaysia, Thailand dan Belanda. Keunikan motif serta corak yang dihasilkan dari batik-batik berbagai daerah merupakan kekuatan yang sangat luar biasa, khususnya bagi kekayaan seni budaya Indonesia. Belum ada di negara manapun yang memiliki kekayaan desain motif batik seperti yang di miliki oleh bangsa Indonesia. Cirebon merupakan penghasil batik dengan motif dan corak yang kuat dan khas. Batik Cirebon termasuk kedalam kelompok batik Pesisiran. Namun sebagian batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik Keraton, yaitu Keratonan Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Beberapa desain batik Cirebon Klasik seperti motif Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas termasuk dalam kelompok batik Keraton. Batik Cirebonan Pesisiran dipengaruhi oleh karakter penduduk masyarakat pesisiran yang pada umumnya memiliki jiwa terbuka dan mudah menerima pengaruh asing. Daerah sekitar pelabuhan biasanya banyak orang asing singgah, berlabuh hingga terjadi perkawinan lain etnis (asimilasi) maka batik Cirebonan Pesisiran lebih cenderung menerima pengaruh dari luar. Warna-warna batik Cirebonan Pesisiran lebih atraktif dengan menggunakan banyak warna. Beberapa design batik pesisiran antara lain ; Kapal Kompeni, Penari Cina, Pekalis, Semarangan, Burung Gelatik dan lain lain. BATIK MEGA MENDUNG Hampir di seluruh wilayah Jawa memiliki kekayaan budaya batik yang khas. tentu saja ada daerah-daerah yang lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan seni batik daerah Cirebon juga tidak kalah dibanding kota-kota lainnya. Menurut sejarahnya, di daerah Cirebon terdapat pelabuhan yang ramai disinggahi berbagai pendatang dari dalam maupun luar negri. Salah satu pendatang yang cukup berpengaruh adalah pendatang dari Cina yang membawa kepercayaan dan seni dari negerinya. Dalam Sejarah diterangkan bahwa Sunan Gunung Jati yang mengembangkan ajaran Islam di daerah Cirebon menikah dengan seorang putri Cina Bernama Ong Tie. Istri beliau ini sangat menaruh perhatian pada bidang seni, khususnya keramik. Motif-motif pada keramik yang dibawa dari negeri cina ini akhirnya mempengaruhi motif-motif batik hingga terjadi perpaduan antara kebudayaan Cirebon-Cina. Salah satu motif yang paling terkenal dari daerah Cirebon adalah batik Mega Mendung atau Awan-awanan. Pada motif ini dapat dilihat baik dalam bentuk maupun warnanya bergaya selera cina. Motif mega mendung melambangkan pembawa hujan yang di nanti-natikan sebagai pembawa kesuburan, dan pemberi kehidupan. Motif ini didominasi dengan warna biru, mulai biru muda hingg biru tua. Warna biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan, pemberi penghidupan, sedangkan warna biru muda melambangkan semakin cerahnya kehidupan. PUSAT BATIK CIREBON Desa sentra Batik Cirebon terletak kurang lebih 7 Km arah barat pusat kota Cirebon , atau dari stasiun kereta api Kejaksan atau alun alun kota Cirebon. Daerah penghasil produksi dan pengrajin batik Cirebonan terdapat di 5 wilayah desa yang berbeda, tepatnya daerah-daerah yang ada di sekitar desa Trusmi (pusat batik Cirebonan). Desa-desa yang berada di sekitar desa Trusmi diantaranya desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali, Kalitengah dan Panembahan. Pertumbuhan batik Trusmi nampak bergerak dengan cepat mulai tahun 2000, hal ini bisa dilihat dari banyaknya bermunculan showroom-showroom batik yang berada di sekitar jalan utama desa Trusmi dan Panembahan. Pemilik showroom batik Trusmi hampir seluruhnya dimiliki oleh masyarakat Trusmi asli walaupun ada satu atau dua saja yang dimiliki oleh pemilik modal dari luar Trusmi. Info lebih lanjut silahkan hubungi: Rizky : HP 081564690003 / PIN BB 279C8C89 / rizky@trusmi.com Nurul : HP 085864040786 / PIN BB 3171C19E / nurul@trusmi.com YM : batikwow YM : etrusmibatik ALAMAT SHOWROOM : Jalan Raya Trusmi Kulon No. 148 Plered Cirebon - Jawa Barat Indonesia Tlp. 0231-321416 # INGIN PENGHASILAN TAMBAHAN # INGIN PUNYA SIDE JOB # TIDAK TERIKAT WAKTU # TIDAK MEMERLUKAN KEAHLIAN KHUSUS >> JADI RESELLER BATIK >> JADI DROPSHIPER BATIK >> JADI AGEN BATIK

Kamis, 14 Februari 2013

Batik Cirebon Motif Kumpeni Memang Unik

Bagi masyarakat pecinta batik tentu sudah tidak asing lagi dengan batik Cirebon. Salah satu motif batik Cirebon yang terkenal adalah motif mega mendung. Selain motif megamendung, batik Cirebon juga memiliki motif lain yang tak kalah menarik yaitu motif kumpeni. Mungkin masih banyak yang belum mengenal batik motif kumpeni. Motif kumpeni ini dahulu kala konon banyak dibuat oleh pengusaha Belanda di Pekalongan dan Cirebon. Pembuatan batik motif kumpeni di Cirebon sendiri banyak dikerjakan oleh pengrajin batik di desa Trusmi. Desa Trusmi memang menjadi sentra kerajinan batik di Cirebon dan dijadikan sebagai tujuan wisata belanja batik Cirebon. Ciri batik kumpeni motifnya menggambarkan tentara VOC pada jaman pendudukan Belanda di Indonesia. Biasanya menggambarkan tentara kompeni dengan senapan laras panjang/ bedil dan meriam menjadi ciri khasnya. Selain itu menggambarkan keseharian kehidupan penduduk semasa penjajahan Belanda seperti kehidupan petani, nelayan dan pedagang yang digambarkan dalam sehelai kain batik. Hal lain yang menjadi ciri motif kumpeni biasanya warna latar kain batik dibiarkan berwarna putih, tapi ada juga yang latarnya diberi warna. Jika motif batik lainnya lebih menitikberatkan pada ornamen flora dan fauna serta berbagai bentuk simbol tertentu yang tertuang dalam sehelai kain batik, yang menjadikan batik memiliki makna filosofis pada setiap motifnya. Sedangkan pada motif kumpeni yang menjadi ciri khasnya adalah makna yang jelas pada motif batiknya dengan adanya gambar yang bercerita. Ibarat relief yang terpahat pada dinding candi yang menggambarkan rangkaian cerita bersejarah. Begitupun dengan batik motif kumpeni, dengan melihat gambar di sehelai kain batik motif kumpeni, kita seperti dibawa melihat gambaran masa-masa jaman dahulu saat penjajahan Belanda dan aktifitas kehidupan masyarakatnya saat itu. Melihat perkembangan batik motif kumpeni saat ini tergolong unik, jika dulu motif kumpeni lebih menggambarkan kehidupan pada masa-masa pendudukan Belanda. Maka sekarang motif kumpeni lebih berkembang lagi dengan design motif mengikuti perkembangan jaman. Saat ini batik kumpeni motifnya tidak hanya menceritakan kehidupan masa pendudukan Belanda, tapi disesuaikan dengan cerita kehidupan masa kini. Ya, sekarang kan bukan lagi jaman kumpeni. Lalu kenapa batik kumpeni yang motifnya kehidupan masa kini tetap disebut batik motif kumpeni? Mungkin karena tetap ada ciri khas motif kumpeni yaitu gambar motif yang bercerita tentang kehidupan. Jadi bagi masyarakat pecinta batik yang menyukai batik motif kumpeni ada dua pilihan, bisa memilih batik kumpeni dengan motif asli tempo dulu yang menggambarkan kehidupan masa penjajahan Belanda atau batik kumpeni yang bermotif kehidupan masa kini. Sehingga tidak heran jika kita berkunjung ke sentra kerajinan batik Cirebon di Trusmi akan kita temui beraneka rupa motif kumpeni yang unik seperti motif dengan tema permainan anak, aktivitas memancing, pasar malam, pedagang keliling, permainan tenis, penari dan lain-lain. Bahkan ada juga motif batik kumpeni dengan tema kendaraan seperti mobil VW kodok dan motor scooter. Sekarang ini pengrajin batik mengkreasikan motif batik kumpeni sesuai perkembangan jaman. Inilah yang menjadikan motif batik kumpeni sekarang ini kelihatan unik dan terkesan modern. Kreatifitas seorang pembatik dalam menuangkan cerita kehidupan diatas kain batik menghasilkan motif batik kumpeni yang terkesan unik.

Batik Cirebon Motif Kumpeni Memang Unik

Bagi masyarakat pecinta batik tentu sudah tidak asing lagi dengan batik Cirebon. Salah satu motif batik Cirebon yang terkenal adalah motif mega mendung. Selain motif megamendung, batik Cirebon juga memiliki motif lain yang tak kalah menarik yaitu motif kumpeni. Mungkin masih banyak yang belum mengenal batik motif kumpeni. Motif kumpeni ini dahulu kala konon banyak dibuat oleh pengusaha Belanda di Pekalongan dan Cirebon. Pembuatan batik motif kumpeni di Cirebon sendiri banyak dikerjakan oleh pengrajin batik di desa Trusmi. Desa Trusmi memang menjadi sentra kerajinan batik di Cirebon dan dijadikan sebagai tujuan wisata belanja batik Cirebon. Ciri batik kumpeni motifnya menggambarkan tentara VOC pada jaman pendudukan Belanda di Indonesia. Biasanya menggambarkan tentara kompeni dengan senapan laras panjang/ bedil dan meriam menjadi ciri khasnya. Selain itu menggambarkan keseharian kehidupan penduduk semasa penjajahan Belanda seperti kehidupan petani, nelayan dan pedagang yang digambarkan dalam sehelai kain batik. Hal lain yang menjadi ciri motif kumpeni biasanya warna latar kain batik dibiarkan berwarna putih, tapi ada juga yang latarnya diberi warna. Jika motif batik lainnya lebih menitikberatkan pada ornamen flora dan fauna serta berbagai bentuk simbol tertentu yang tertuang dalam sehelai kain batik, yang menjadikan batik memiliki makna filosofis pada setiap motifnya. Sedangkan pada motif kumpeni yang menjadi ciri khasnya adalah makna yang jelas pada motif batiknya dengan adanya gambar yang bercerita. Ibarat relief yang terpahat pada dinding candi yang menggambarkan rangkaian cerita bersejarah. Begitupun dengan batik motif kumpeni, dengan melihat gambar di sehelai kain batik motif kumpeni, kita seperti dibawa melihat gambaran masa-masa jaman dahulu saat penjajahan Belanda dan aktifitas kehidupan masyarakatnya saat itu. Melihat perkembangan batik motif kumpeni saat ini tergolong unik, jika dulu motif kumpeni lebih menggambarkan kehidupan pada masa-masa pendudukan Belanda. Maka sekarang motif kumpeni lebih berkembang lagi dengan design motif mengikuti perkembangan jaman. Saat ini batik kumpeni motifnya tidak hanya menceritakan kehidupan masa pendudukan Belanda, tapi disesuaikan dengan cerita kehidupan masa kini. Ya, sekarang kan bukan lagi jaman kumpeni. Lalu kenapa batik kumpeni yang motifnya kehidupan masa kini tetap disebut batik motif kumpeni? Mungkin karena tetap ada ciri khas motif kumpeni yaitu gambar motif yang bercerita tentang kehidupan. Jadi bagi masyarakat pecinta batik yang menyukai batik motif kumpeni ada dua pilihan, bisa memilih batik kumpeni dengan motif asli tempo dulu yang menggambarkan kehidupan masa penjajahan Belanda atau batik kumpeni yang bermotif kehidupan masa kini. Sehingga tidak heran jika kita berkunjung ke sentra kerajinan batik Cirebon di Trusmi akan kita temui beraneka rupa motif kumpeni yang unik seperti motif dengan tema permainan anak, aktivitas memancing, pasar malam, pedagang keliling, permainan tenis, penari dan lain-lain. Bahkan ada juga motif batik kumpeni dengan tema kendaraan seperti mobil VW kodok dan motor scooter. Sekarang ini pengrajin batik mengkreasikan motif batik kumpeni sesuai perkembangan jaman. Inilah yang menjadikan motif batik kumpeni sekarang ini kelihatan unik dan terkesan modern. Kreatifitas seorang pembatik dalam menuangkan cerita kehidupan diatas kain batik menghasilkan motif batik kumpeni yang terkesan unik.

Selasa, 12 Februari 2013

Batik Trusmi Cirebon

Batik adalah salah satu produk kriya yang telah menjadi identitas budaya Indonesia yang banyak dikagumi bangsa-bangsa Mancanegara. Sebagai salah satu produk budaya , teknik membatik yang sudah dikenal dengan pewarnaan rintang yang memang warisan dari nenek moyang kita. Tradisi membuat motif batik dengan cara merintangi warna ini sejak zaman dahulu. Pada zaman dahulu bahan perintang terbuat dari beras ketan yang diolah sedemikian rupa, sehingga biasa dipakai untuk merintangi warna dan bahan pewarnanya menggunakan warna alam yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan seperti pace (mengkudu), nila, kulit kayu nangka, tegeran, kulit delima, dsb. Namun, seiring perkembangan zaman, cara ini sudah tidak digunakan lagi. Untuk saat ini bahan perintang warna menggunakan lilin batik atau lilin malam. Malam adalah campuran beberapa komponen diantaranya: Gondorukem, Parafin, matakucing, minyak kelapa, dan bahan tertentu lainnya, kemudian diolah menjadi lilin malam. Kegiatan membatik terus berkembang dengan pesatnya, sehingga dikenal ada beberapa sentra perbatikan seperti: Madura, Tuban, Lasem, Juana Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Indramayu, Tasik, Garut, dsb. Pertumbuhan dan perkembangan batik sangat diwarnai oleh sistem nilai yang hidup di masyarakat, sehingga di setiap sentra perbatikan mempunyai ciri khas tersendiri, berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Tekstil Motif Batik Bukanlah Seni Budaya Batik

CIREBON - Para perajin batik di Kabupaten Cirebon berharap pemerintah melindungi keberlangsungan usaha perajin batik tradisional agar tidak tergerus oleh industri tekstil bermotif batik. Pasalnya kebanyakan masyarakat mengganggap produk tekstil yang bermotif batik sebagai kerajinan batik, padahal secara definisi batik merupakan kerajinan yang menggunakan lilin (malam) dengan cara dicetak, cetak-tulis atau tulis murni. Salah satu perajin batik Cirebonan, Masnedi Masina mengatakan kalau produk tekstil bermotif batik disebut batik maka akan menjatuhkan daya tawar perajin batik tradisional karena untuk produk testil tidak memiliki nilai seni dalam pembuatannya. “Harga jual kerajinan batik tentu akan lebih mahal karena dalam proses pembuatannya memerlukan waktu cukup lama,” katanya. Masnadi menuturkan meskipun pemerintah telah memberikan imbauan untuk membedakan produk tekstil bermotif batik dan kerajinan batik dengan memberikan keterangan pada produk teksil, namun pihaknya hal tersebut masih memerlukan penegasan agar masyarakat bisa membedakan. “Kalau masyarakat bisa membedakan antara produk tekstil bermotif batik dan batik, maka keberadaan perajin batik tradisional akan semakin berkembang,”ujarnya.

LOWONGAN KERJA: Pusat Grosir Batik Trusmi Butuh HR Manager

lowongan kerja di Pusat Grosir Batik Trusmi posisi HRD Manager

 logo
Pusat Grosir Batik Trusmi
Pusat Grosir Batik Trusmi, perusahaan ritel batik yang sedang berkembang, memiliki toko batik terbesar di Jawa Barat, memiliki 6 (enam) cabang yang tersebar di 4 (empat) kota besar Indonesia sedang membutuhkan :
 HRD Manager
(Cirebon – Jawa Barat)
Responsibilities:
  • Recruitment & Selection specially for Retail Fashion
  • Remuneration & Benefit
  • Organizational Development
  • Training & Development
  • General Affairs
Requirements:
  • Female age max 40 years old.
  • Bachelor Degree majoring in psychology with min. GPA 3.00 out of 4.00 scale.
  • Retail experience is preferable
  • Min 2 years experience in similar position.
  • Experience in HR function such as Training & People Development, Jamsostek, Benefit & Copensation, Job Analysis & Evaluations and understanding in GA (general affairs) matters.
  • Strong Leadership, good interpersonal skill & positive attitude.
  • Ability to foster a cooperative work environment.
  • Proficienty in written and spoken English
  • Willing to work at Cirebon-Jawa Barat
HR Department Pusat Grosir Batik Trusmi
Jln. Trusmi Kulon No. 148 Plered – Cirebon 45154
(HP 085268148598)
Untuk informasi lebih lanjut silahkan masuk ke website kami di
"Only short-listed candidates will be invited via e-mail/phone for Test and Interview "

Sabtu, 09 Februari 2013

Cantik dan Elegant Mengenakan Batik

Siapa yang gak seneng mendapatkan warisan? Sebagai seorang warga negara Indonesia, kamu mendapatkan warisan budaya yang sangat membanggakan, yaitu batik. Karena itulah, sudah sepatutnya jika kita juga melestarikannya dengan menggunakan pakaian bermotif batik ini.  

 [caption id="attachment_160" align="alignnone" width="960"]Artis Endorse Pusat Grosir Batik Trusmi - Lian Firman - Niken Anjani Artis Endorse Pusat Grosir Batik Trusmi - Lian Firman - Niken Anjani[/caption]

Motif batik kini gak hanya dikagumi oleh masyarakat Indonesia saja lho, tapi juga diakui sebagai salah satu motif tercantik di dunia. Jadi, jangan sampe deh kamu ketinggalan karena gak menggunakan motif batik yang mendunia ini.

Apalagi, kini batik dihadirkan di berbagai model pakaian, mulai dari batik tradisional, batik modern, batik couple (sarimbit), dan sebagainya.

Tertarik menggunakannya? Berikut beberapa tips dalam memilih batik:

1. Bahan - Beraneka bahan bermotif batik kini disediakan untuk menjadi pilihan kamu. Pilihlah bahan yang nyaman dan menyerap keringat. Dengan begitu, kamu pun akan lebih nyaman dengan batik kamu.

2. Warna - Pilihlah warna yang kontras dengan kepribadian kamu, terutama saat digunakan di siang hari. Sekalipun batik dengan warna yang mencolok tetap memancarkan keindahannya yang memukau, namun biarkan kamu sebagai pemakainya pun tetap terlihat percaya diri.

3. Detail - Perhatikan juga detail batiknya. Motif batik sudah cukup cantik dan menonjol untuk diperlihatkan. Namun kini, terkadang beberapa pakaian batik menambahkan border, payet, renda, atau tambahan detail lainnya untuk mempermanis penampilan batik kamu. Sebaiknya gak perlu tambahan detail yang berlebihan.

4. Model - Semakin banyaknya penggemar batik menjadikan model batik semakin variatif. Beragam model batik mulai dari atasan dan dress yang memiliki variasi model pada lengan, pinggang dan model lainnya membuat pakaian batik kamu semakin terlihat menarik. Gak hanya itu, bawahan etnik dengan motif batik pun kini meramaikan dunia fashion. Ditambah lagi, sentuhan eksotis batik di berbagai fashion items lainnya.

5. Aksesoris - Jangan lupa tambahan aksesoris yang mendukung penampilan kamu. Tapi, gak perlu menggunakan aksesoris secara berlebihan ya, motif batik sudah cukup membuat kamu terlihat menawan dan berbeda. Be simple and elegance.

Online Shop Batik Trusmi at http://ebatiktrusmi.com